Buku Bebas Dari Bahaya Kesombongan

cover-buku_bebas-dr-bahaya-kesombonganKetika seseorang mulai sukses dan berhasil dalam karirnya tanpa disadari acapkali muncul perasaan diri lebih baik, lebih hebat, lebih pintar, lebih tahu, lebih super, lebih popular, lebih top dan lebih segala-galanya dari orang lain (syndrome success). Itulah dinamakan KESOMBONGAN yang merupakan musuh besar di dalam diri sendiri yang tidak kelihatan tetapi sangat nyata, mulai dari kemunculannya di hati, ciri-ciri, cara kerja, bentuk sampai manifestasinya.

Jarang ada buku yang mengupas tentang bahaya kesombongan. Mungkin karena banyak orang merasa dirinya tidak sombong atau bahkan merasa sudah cukup rendah hati. Dengan membaca buku “BEBAS DARI BAHAYA KESOMBONGAN” kita akan menemukan bahwa setiap orang dapat memiliki kesombongan meskipun dengan kadar yang berbeda dan disertai pula dengan 7 Langkah strategis yang sangat praktis untuk menghadapi dan mengalahkannya dengan Hikmat dan Kebenaran, seperti ada tertulis : “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan TUHAN yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.” (I Petrus 5:6)

Buku ini telah dicetak pertama kali oleh penerbit Nafiri Gabriel, Jakarta dan dirilis 3000 exp pada Januari 2004, dan telah sukses terjual di seluruh Indonesia. Sehingga buku ini dicetak kembali 3900 exp oleh penerbit ANDI, Jogjakarta dan telah dirilis pada Desember 2008. Buku ini menjadi salah satu buku fenomenal terdahsyat yang pernah ada dan merupakan salah satu buku rohani WAJIB yang patut dibaca dan diaplikasikan oleh teristimewa para Pemimpin Rohani / Sekuler, Hamba-hamba Tuhan, Worship Leaders, Kalangan Professional, Entrepreneurs maupun setiap Jemaat dan Orang Percaya, agar supaya karunia pemakaian, kharisma, skill dan KARAKTER tetap berjalan SEIMBANG (balance).

By In His Grace,

Ps. Otniel Yedidyah
Penulis buku best seller “Bebas dari Bahaya Kesombongan”
Copyright 2008 by Otniel Yedidyah

PUJIAN UNTUK BUKU “BEBAS DARI BAHAYA KESOMBONGAN”

otniel_yedidyahSehebat apapun karunia Anda, itu tidak lagi efektif apabila ketinggian hati mulai masuk. Kesombongan adalah dosa tersembunyi, bahkan seringkali orang itu sendiri tidak menyadari kehadirannya. Di zaman ini seseorang cenderung memberhalakan talenta dan karunia. Mereka membesar-besarkan karunia lebih dari pada pengorbanan Kristus. Hal ini membuat hati Tuhan sedih. Ujung-ujungnya, mereka mencuri kemuliaan-Nya. Semoga buku ini memberkati para pembaca, terlebih lagi bila Anda membaca dengan kerinduan untuk memiliki kerendahan hati. Setelah Anda membacanya, pola berpikir Anda akan menjadi baru dan roh kerendahan hati akan bertumbuh di dalam Anda. Jikalau Anda ingin memiliki kerendahan hati, Anda harus siap untuk hancur hati.

Bacalah buku ini dengan seksama dan teliti. Mungkin disaat membaca buku ini, Anda sedang membaca perilaku dan gaya hidup Anda sendiri. Allah sanggup mengubah hati yang keras dan sombong menjadi hati yang remuk, lemah lembut dan rendah hati. Itulah Hati Kristus !

Pdt. Paulus Yedid Yah
Senior Pastor GPT Petra, Makassar


“Sebuah ulasan yang tajam dan langsung mengenai kesombongan. Mungkin Anda akan terluka ketika membaca buku ini, tetapi sekaligus Anda juga akan disembuhkan.”

Jakoep Ezra, MBA, CBA
President Director “Power Character”


Melalui buku ini, saya berharap kita dapat membangun nilai-nilai pelayanan pekerjaan Tuhan yang luarbiasa. Dalam kepemimpinan, bahaya kesombongan sangat rawan, padahal kesombongan adalah musuh utama Tuhan.

Dr. Soehandoko Wirhaspati, MA
Ketua Majelis Dewan Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI)


Dengan jeli dan teliti, penulis buku ini telah menggali salah satu penyebab utama permasalahan hidup manusia, yaitu kesombongan. Tak sedikit rumah tangga, perusahaan, pelayanan dan kehidupan pribadi yang kandas ditengah jalan karena kesombongan. Apabila orang membaca dan menerapkan isi buku ini, bukan saja ia akan terhindar dari malapetaka kehidupan, ia juga akan mengalami berkat Tuhan yang melimpah.

Dr. Bambang Widjaja
Ketua Majelis Dewan Pertimbangan Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII)


Jika kita tidak berhati-hati mengenali bahaya kesombongan, itu akan mudah menyelinap secara diam-diam dalam hati kita. Hati yang licik adalah tanah yang subur bagi benih kesombongan untuk bertumbuh perlahan-lahan sampai matang buahnya dan menghancurkan kita. Itulah sebabnya, banyak pelayanan hancur karena tidak mengenali bahaya kesombongan sejak dini. Saya percaya buku ini menyajikannya dengan baik bagi kita untuk mengenali dan menjauhkan diri darinya. Biarlah melalui buku ini, kesombongan disingkapkan dan kita dibebaskan dari dosa kesombongan yang bisa menghancurkan pelayan Tuhan.

Ir. Eddy Leo, M.Th
Penatua Jemaat Abbalove Ministries, Jakarta
Ketua Christian Men’s Network (CMN) Indonesia


“Buku ini adalah persiapan bagi rencana Tuhan pada akhir zaman ini.”

Dr. Ir. Timotius Arifin Tedjasukmana
Senior Pastor GBI Lembah Pujian, Denpasar


Ini adalah buku terlengkap yang pernah saya baca tentang kesombongan. Penuh dengan kesaksian Alkitab dan menjelaskan cara kesombongan menghasilkan dosa dalam bentuk pemberontakan, baik kepada Tuhan maupun otoritas di dunia. Terimakasih kepada penulis yang telah membuat resep jitu 7 langkah menghadapi dan menghancurkan kesombongan dalam hidup seseorang. Saya menganjurkan semua orang percaya untuk membacanya, teristimewa para pemimpin.

Dr. Ruyandi Hutasoit
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Damai Sejahtera


Ditengah banyak hal luarbiasa yang Tuhan janjikan dan lakukan melalui gereja dan hamba-hambaNya, penting untuk waspada terhadap jebakan setan dalam kebanggaan semu yang disebut kesombongan. Kalau tidak waspada, tidak seorangpun mampu bertahan menghadapinya. Sudah tidak terhitung banyaknya hamba Tuhan menjadi korban karena kesombongan. Saya percaya buku ini ditulis di waktu yang tepat untuk menjadi peringatan dan penuntun agar para hamba Tuhan tidak menjadi korban selanjutnya. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh hamba-hamba Tuhan dan jemaat agar terhindar dari bahaya kesombongan dan bertumbuh dalam kerendahan hati, sehingga rencanaNya dapat digenapi.

Ir. Rachmat T. Manullang, M.Si
Ketua Sekolah Tinggi Theologia LETS, Jakarta


Saya menyarankan agar Anda membaca buku ini. Disamping menunjukkan cara terlepas dari dosa kesombongan, buku ini juga memberi tanda-tanda awal kesombongan. Saya pribadi diberkati dengan buku ini. Saya yakin banyak orang akan diberkati oleh buku ini. Saya sarankan pada setiap orang dan Anda untuk membaca buku ini sampai habis. Saya yakin Anda pasti diberkati.

Pdt. Andreas Nawawi
Penatua Gereja Kristen Perjanjian Baru Kemuliaan, Jakarta


Kesombongan adalah ‘ibu’ segala dosa. Sebelum ada dosa-dosa lain, kesombongan sudah ada terlebih dulu. Kita harus mengakui bahwa kita mungkin bisa menghindari dosa-dosa seperti mencuri, membunuh, berzinah, dll. Tetapi terhadap yang satu ini semua manusia pasti pernah mengalaminya. Buku yang sedang Anda baca ini akan menuntun dengan cara mudah, praktis dan sistematis untuk mengenali si ‘sombong’ itu sesungguhnya. Mulai dari kemunculannya di hati, ciri-ciri, cara kerja, bentuk dan manifestasinya. Ini luarbiasa karena banyak orang belum mengenal betul siapa mereka. Buat rekan sekerja, adik dan anakku Otniel Yedidyah, saya bangga dengan hidupmu. Bapa yang baik itu bisa memakai Anda untuk menulis sebuah kebenaran yang bisa menelanjangi si ‘sombong’. Dengan demikian gereja Tuhan pada akhir zaman dibebaskan dari perbuatan ‘ibu’ segala dosa. Roh Kudus mengurapi dan menuntun hidupmu dengan tulisan-tulisan yang memberkati Indonesia dan dunia.

Pdt. Daniel Alexander
Pendidik – Pembidik


Mengenal diri sendiri adalah sebuah perjalanan panjang. Kadangkala perlu menilai diri sendiri dengan perspektif firman Tuhan. Buku ini dapat menjadi cermin refleksi diri yang praktis untuk memulai perjalanan panjang ke dalam diri sendiri. Mengenal penulis secara pribadi di awal pertobatannya, telah memberi saya suatu gambaran dan keyakinan bahwa buku ini akan menolong kita menemukan jati diri kita sebenarnya dalam Tuhan Yesus, seperti yang di alami oleh penulis secara langsung. Karena itu baca, bercerminlah, kemudian hidupilah isi buku ini sampai proses belajar dari Tuhan Yesus menjadi pengalaman Anda.

Ev. Jonathan Pattiasina
Pemimpin Caulfield Indonesia Uniting Church Melbourne, Australia


Kesombongan mendahului kejatuhan, tetapi kesombongan itu multi wajah. Sebagian dalam penampilan wajah sinis, sebagian lagi dalam bentuk cibiran dan sindiran merendahkan. Namun, tidak sedikit yang hanya muncul dengan senyuman tenang, bahkan terkesan sopan. Penentangan Tuhan ada terhadap orang-orang yang sombong. Buku ini akan menjadi buku yang membantu kita untuk mengenali apapun yang terselip dan tertimbun di batin terdalam kita.

Pdt. Petrus Agung Purnomo
Gembala Sidang Gereja JKI Injil Kerajaan, Semarang


Masalah dan persoalan apapun dalam hidup ini tidak akan pernah tuntas jikalau tidak diselesaikan dari akarnya. Buku ini membuka dan menyingkapkan akar masalah kehidupan kita, bahkan hal-hal tersembunyi yang selama ini mungkin tidak diketahui dan disadari sebagai kesombongan yang harus dibereskan dalam hidup kita. Buku ini perlu dibaca dan pasti menjadi berkat bagi banyak orang.

Drs. Ronny Soedjak, MA
Board of Director Christian Men’s Network (CMN) Indonesia


Betapa indahnya seorang pengkhotbah, pengajar dan penulis, apabila berkhotbah, mengajar dan menulis sesuatu tidak hanya berdasarkan pada karunia, tetapi juga pengalamannya terlebih dulu. Saya mengenal penulis buku ini, ia telah menulis di atas dasar karya Allah yang sudah berlaku dalam hidupnya. Doa saya, kiranya mereka yang membaca buku ini diberkati oleh Tuhan.

Pdt. Sam Soukotta
Pendiri dan Direktur Utama Sekolah Tinggi Theologia Tawangmangu, Solo


Doa dengan penuh penyerahan diri dan bergantung kepada Dia adalah salah satu cara untuk memangkas akar kesombongan di dalam diri kita. Banyak orang Kristen merasa sudah rohani dan memiliki karunia, tetapi tidak menyadari adanya sumber penyakit rohani yang kronis, yaitu kesombongan. Buku ini patut dibaca oleh setiap orang percaya agar hidupnya berpusat kepada Kristus sebagai hamba yang berkenan.

Ev. Daniel H. Pandji
Fasilitator Umum Jaringan Doa Nasional (JDN), Jakarta


Buku ini jujur dan terbuka, khususnya bagi jiwa kita. Buku ini akan membuat kita mengenal diri sendiri secara lebih jujur, karena dengan mengikuti langkah-langkah praktis dari penulis, kita sadar akan ancaman kesombongan yang kita hadapi.

Ev. Jim Yost
Ketua Yayasan Pondok Kemuliaan Sentani, Papua
Trainer Abbalove Ministries – STT LETS


Dapatkan segera buku rohani best seller “Bebas dari Bahaya Kesombongan” di semua outlet toko-toko buku rohani terkemuka di kota Anda dan di toko buku Gramedia seluruh Indonesia, dengan nilai investasi harga yang sangat terjangkau dibandingkan manfaat yang diperoleh dari buku tersebut jauh lebih berharga dan bernilai.

Untuk informasi dan pemesanan online silahkan kunjungi situs resmi PBMR ANDI Offset: www.pbmr-andi.com atau Anda juga dapat memesan khusus buku tersebut untuk mendapatkan autograph berupa tanda tangan langsung dari penulis, dengan menghubungi: Ph. 0411-2343201 ; E-mail: otnielyedidyah@yahoo.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it ; otnielyedidyah@gmail.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau kunjungi blog kami: http://otnielyedidyah.blogspot.com

Akhir kata SELAMAT MEMBACA. Semoga dapat menjadi berkat dan inspirasi bagi Anda para pembaca sekalian dimanapun Anda berada. Tuhan memberkati

Salam Luarbiasa,

Otniel Yedidyah
Penulis buku “Bebas dari Bahaya Kesombongan”