<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gereja Petra Makassar &#187; Kesaksian</title>
	<atom:link href="http://www.petracenter.or.id/category/kesaksian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.petracenter.or.id</link>
	<description>Jl. Sungai Saddang 32 Makassar - Telepon 873769 - Fax 858602</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Jan 2012 14:06:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Karya Tuhan Dalam Keluargaku</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/karya-tuhan-dalam-keluargaku/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/karya-tuhan-dalam-keluargaku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Mar 2011 10:42:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra Information Center (PIC)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=535</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Keluarga Simon Oleh kemurahan Tuhan melalui suatu peristiwa, kami bisa mengenal Tuhan dan digembalakandi Gereja Petra pada tahun 2007, bahkan melalui Firman Pengajaran yang kami dengar membuat kerohanian kami semakin bertumbuh, bahkan kami dapat merasakan kasih dan kebaikan Tuhan  yang tidak pernah ada habis-habisnya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='wp_fbs_top'></div><p style="text-align: justify;">Oleh Keluarga Simon</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-536" title="internet dan anak" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20110302_internet_dan_anak.jpg" alt="" width="388" height="400" align="right" />Oleh kemurahan Tuhan melalui suatu peristiwa, kami bisa mengenal Tuhan dan digembalakandi Gereja Petra pada tahun 2007, bahkan melalui Firman Pengajaran yang kami dengar membuat kerohanian kami semakin bertumbuh, bahkan kami dapat merasakan kasih dan kebaikan Tuhan  yang tidak pernah ada habis-habisnya terjadi di dalam kehidupan keluarga kami.</p>
<p style="text-align: justify;">Dua tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 14 Desember’ 2008, pada saat itu anak kami minggat dari rumah dan pergi ke kota Pontianak dengan tujuan yang tidak jelas, padahal saat itu anak kami masih berusia 15 tahun. Awalnya anak kami minta izin kepada kami untuk pergi menginap ke rumah tantenya pada hari Jumat dan pulang pada hari Minggu. Tetapi pada hari Minggu malam, kami menerima telpon yang mengatakan bahwa dari kota Pontianak dan menyatakan bahwa anak kami ada di sana bersama Bapak yang menelpon kami. Waktu kami menerima telpon tersebut, awalnya kami tidak mempercayainya karena kami sama sekali tidak mengenal Bapak tersebut. Bapak itu mulai bercerita tentang bagaimana ia bertemu dengan anak kami yang pada saat itu mereka satu pesawat jurusan Jakarta – Pontianak. Bapak itu mengatakan bahwa tadinya ia tidak mau menolong anak kami karena takut dapat masalah. Tetapi ia berkata, begitu ia melihat anak kami, ia teringat juga akan anaknya sehingga hatinya tergerak dan membawa anak kami ke rumahnya.<span id="more-535"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kami percaya bahwa itu suara Roh Kudus yang menggerakkan hati Bapak itu yang sekalipun tidak kenal dan dari agama yang lain. Bapak itu bercerita bagaiman sulitnya mencari nomor telepon kami karena anak itu tidak mau memberitahukannya. Selain itu anak kami juga tidak mau diketahui keberadaannya sehingga Bapak itu berkata kami hanya diberi waktu sehari untuk menjemput anak kami karena anak itu nekat akan pergi mencari temannya yang dikenal melalui chatting. Selepas itu mungkin kami tidak dapat bertemu anak kami lagi. Pada saat kami mendengar kisah tentang anak kami yang cukup mendebarkan jantung, keesokan harinya, pagi-pagi benar kami langsung menuju bandara dan mengambil penerbangan menuju Pontianak dan kami berhasil membawa pulang anak kami. Saya percaya itu adalah karya Allah yang dinyatakan dalam keluarga kami. Puji Tuhan!</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi tak sampai di situ saja dimana sepulang dari Pontianak, anak kami memutuskan tidak mau bersekolah lagi padahal saat itu dia masih duduk di kelas I SMA sehingga sebagai orang tua, kami tidak dapat menerima keputusan itu. Kami coba berusaha membujuknya tetapi hasilnya sia-sia, bahkan anak kami minggat ke rumah kakak kami dan tinggal di sana ± 1 bulan. Dan dalam waktu sebulan itu kami masih berusaha dengan kekuatan kami sendiri sehingga hasilnya sia-sia. Kami bersyukur karena menghadapi persoalan yang berat itu, Ibu Gembala kami memberikan kekuatan melalui pengajaran Firman Allah dan melalui doa sehingga membuat kami mulai meningkatkan doa-doa kami dan menyerahkan persoalan kami kepada Tuhan Yesus. Dan hasilnya sungguh luar biasa, pada bulan September’ 2010 yang lalu, anak kami memutuskan untuk kembali ke bangku sekolah. Mendengar hal itu, hati kami sangat bersukacita karena Tuhan sudah menjawab doa kami untuk anak kami. Kami percaya bahwa sekalipun banyak hal yang harus kami lalui tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan kami &amp; pertolongannya selalu datang tepat pada waktunya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibrani 4:16, “Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya.”</p>
<p style="text-align: justify;">1 Yohanes 3:21-22, “Saudara-saudaraku yang kekasih, jikalau hati kita tidak menuduh kita, maka kita mempunyai keberanian percaya untuk mendekati Allah, dan apa saja yang kita minta, kita memperolehnya dari pada-Nya, karena kita menuruti segala perintah-Nya dan berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya kesaksian ini dapat memberkati kita semua. Amin&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/karya-tuhan-dalam-keluargaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nama Yesus yang luar biasa</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/nama-yesus-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/nama-yesus-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Feb 2011 14:30:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra Information Center (PIC)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=511</guid>
		<description><![CDATA[Shalom!! Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa memberkati banyak orang melalui kesaksian saya. Nama saya Efriel Haryanti Tangkriwang Kwang. Saya digembalakan di Gereja Petra sejak masih kecil hingga saat ini dan dibaptis tahun 2006. Saya seorang mahasiswi di salah satu universitas di kota Makassar....]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='wp_fbs_top'></div><p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-512 alignright" title="yesus penolongku" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20110218_yesus_penolongku-270x300.jpg" alt="" width="270" height="300" />Shalom!! Saya sangat bersyukur diberi kesempatan untuk bisa memberkati banyak orang melalui kesaksian saya. Nama saya Efriel Haryanti Tangkriwang Kwang. Saya digembalakan di Gereja Petra sejak masih kecil hingga saat ini dan dibaptis tahun 2006. Saya seorang mahasiswi di salah satu universitas di kota Makassar. Sejak Kecil Tuhan sudah banyak menolong saya, dimana waktu usia saya masih balita, saya menelan sebuah koin yang menyebabkan saluran pernapasan saya tertutup dan tidak dapat bernapas sampai muka mulai membiru. Tetapi Puji Tuhan, tante yang menjaga saya saat itu hanya mengingat satu nama yaitu “YESUS”. Ketika beliau menepuk- nepuk punggung saya sambil nama “YESUS”, tiba-tiba saja koin tersebut terpental keluar. Suatu mujizat yang luar biasa!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Waktu umur 8 tahun saya hampir tenggelam di laut. Saat itu saya berenang bersama sepupu saya. Kami berdua memakai pelampung tetapi entah mengapa tiba-tiba kaki saya seperti ada yang menarik, saya berusaha teriak dan melambaikan tanganku untuk meminta bantuan tetapi tidak ada yang melihat. Sedangkan sepupu saya cuma melihat, mungkin dia mengira ini hanya lelucon. Dalam keadaan seperti ini, sekali lagi saya cuma ingat satu nama yang selalu diajarkan di Sekolah Minggu Petra, nama “YESUS”. Saya berseru “YESUS”&#8230; “YESUS”… Dan tiba-tiba seperti ada yang mendorong saya menuju daratan. Saya tahu itu adalah “YESUS”!!!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Awal mula saya mulai eksis melayani Tuhan di Gereja Petra saat duduk di bangku SMA. Saat itu saya masih suka bermain-main dengan pelayanan, melayani karena motivasi yang salah. Sampai beberapa waktu kemudian saya demam dan di bawa ke dokter, dan dokter berkata bahwa saya harus segera masuk Rumah Sakit. Dan saya di rawat inap selama 4 hari karena sakit kuning. SGPT saya saat itu mencapai 700 sehingga membuat air urin, badan dan mata menjadi kuning. Saat buang air besar mengeluarkan darah, dan harus di infus sebanyak 8 botol.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika Ibu Gembala dan Ibu Bietje menjenguk saya, tiba-tiba Ibu Gembala mencium bau amis, seperti bau darah di kamar saya. Dan anehnya, ketika di doakan, badan saya terasa panas dan takut menatap Ibu Gembala. Saya pun tidak mengerti kenapa. Tetapi saya tau iblis telah di kalahkan!!!! Dan Tuhan melawat dan menyembuhkan sehingga SGPT saya bisa kembali normal dalam waktu 4 hari. Proses penyembuhan yang cepat karena Tuhan yang campur tangan. Pada kesempatan itu juga, Ibu Gembala menanyakan apakah saya sudah terlibat dalam pelayanan atau belum, dan apa talenta saya. Dan beliau menantang saya untuk mau melayani musik di ibadah Kaum Wanita. Saya pun tidak menolak kesempatan tersebut. Puji Tuhan hingga saat ini saya tetap melayani Tuhan dalam bidang musik, khususnya saya menjadi pemain drum di gereja. Puji Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada usia saya yang ke 22, Tuhan memberikan sebuah kado spesial dimana salah satu lagu karangan saya bisa menjadi berkat bagi banyak orang. Lagunya berjudul “KasihMu Sempurna” adalah sebuah curahan hati yang dapat saya ungkapkan melalui alunan lagu. Dimana hanya “YESUS” saja yang selalu kita andalkan meskipun dalam kesakitan, tetap andalkan “YESUS” dan jangan sekali-kali meragukanNYA. Kisahnya sekitar tahun 2008 bulan April saya mengalami kecelakaan motor yang menyebabkan benturan keras di kepala tetapi Tuhan tetap melindungi karena beberapa hari sebelum kecelakaan itu terjadi, saya masih memakai helm yang kurang layak dan entah mengapa tiba-tiba saja ada dorongan untuk segera mengganti helm yang lebih layak digunakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat itu saya baru selesai latihan untuk ibadah di kampus. Ketika keluar dari kampus dengan mengendarai motor, saya melihat jalanan kosong dan langsung belok ke kanan, tetapi entah dari mana tiba-tiba ada sebuah motor yang dengan kecepatan cukup tinggi dari arah kiri tiba- tiba menabrak saya sehingga terlempar dan kepala saya membentur batu. Mungkin karena takut, penabrak itu hanya menoleh dan langsung melarikan diri. Setelah itu saya mencoba bangun dengan kondisi pusing serta luka. Padahal malam harinya saya harus bermain musik di kampus. Saya hanya berdoa dan meminta kekuatan dari Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Puji Tuhan malam harinya saya bisa melayani Tuhan, namum tengah malam semua badan saya sulit digerakkan mungkin karena efek benturan tersebut. Beberapa bulan kemudian saat saya membaca sebuah buku yang berjudul &#8220;Peperangan Rohani&#8221; tiba-tiba saja tanpa alasan telinga saya berdenging cukup keras yang menyebabkan saya sulit mendengar. Saya sangat ketakutan dan membangunkan oma. Oma langsung berdoa dan menenangkan saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Esok harinya kami ke dokter THT Mitra Husada dan saya diperiksa dengan alat semacam computer untuk mengetahui penyebabnya. Dokter berkata bahwa ada salah satu saraf yang terjepit mungkin akibat benturan keras atau sering mendengar musik yang keras padahal saya sangat jarang sekali bermain musik sebelum kecelakaan itu terjadi. Saya berkesimpulan bahwa apa yang saya alami saat ini akibat dari benturan keras di kepala.</p>
<p style="text-align: justify;">Dokter memberikan saya obat untuk diminum selama seminggu. Di rumah saya mencoba menenangkan diri dan mencari tahu apa penyebab penyakit ini. Saya membuka internet dan menemukan bahwa nama penyakit ini adalah “Tinitus” yang sangat mempengaruhi keseimbangan tubuh dan emosi seseorang dan belum ditemukan obatnya. Saat membaca itu, hati saya meronta dan saya menangis tetapi saya masih belum yakin.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian saya kembali ke dokter tersebut dan dokter hanya berkata, penyakit ini bisa sembuh dalam jangka waktu 3 bulan, 2 tahun, 5 tahun, atau mujizat Tuhan. Dokter melarang saya untuk terlalu sering bermain musik. Dalam situasi seperti ini membuat saya sangat depresi. Tiap hari hanya ada tangisan, saya tidak mau keluar rumah karena dengingan itu terus berbunyi tanpa henti di telinga saya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya mengalami stress, dengingannya semakin keras seperti ada jangkrik di telinga. 1 X 24 jam saya mendengar dengingannya. Kadang-kadang saya terbangun tengah malam karena dengingannya semakin keras. Namun dalam situasi seperti inilah Tuhan hadir!! Tuhan memberikan ketenangan yang luar biasa. Hampir tiap hari saya mengambil gitar dan bernyanyi. Tercipta banyak nyanyian-nyanyian baru bagi Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Puji Tuhan, melalui pujian-pujian baru tersebut saya dikuatkan. Meskipun telinga saya masih berdenging dan dokter melarang saya untuk terlalu sering bermain musik, tetapi satu hal “TIDAK ADA SEORANG PUN YANG DAPAT MENGHALANGI SAYA UNTUK MELAYANI TUHAN”. Tuhan terlalu baik bagi saya. Beberapa kali maut mendekat tetapi Tuhan merebut saya kembali sehingga saya masih ada hingga saat ini dan masih tetap eksis bermain musik bagi Tuhan. Saya bersyukur karena masih memiliki telinga yang bisa mendengar meskipun bermasalah, saya selalu menganggap bahwa dengingan itu seperti mendengar suara jangkrik di sebuah desa yang sunyi. Berpikir positif adalah bukti bahwa kita adalah orang-orang yang tahu bersyukur dan bijaksana.</p>
<p style="text-align: justify;">Pikirkan bahwa kadang Tuhan memberikan centilan kecil pada kita agar kita tetap berada pada jalurNya. Tetap mengucap syukur dalam segala keadaan. Jangan terpuruk dengan kesakitan kita, karena iblis menyukainya. Motto saya dalam melayani Tuhan adalah &#8220;Tebarkan Jalamu dan Tangkap Jiwa&#8221; sama seperti rasul Paulus yang dalam keadaan baik maupun kurang baik, ia tetap setia dan menjangkau jiwa bagi Tuhan!! Contoh yang paling nyata adalah Bapak Gembala kita yang tetap bersemangat untuk memberkati kita meskipun dalam kelemahan. Saya sangat diberkati dengan Opa Paulus dan Oma Febe.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kesempatan ini juga saya mengucapakan banyak terima kasih untuk dukungan teman-teman saya di tim musik, dan terima kasih untuk doa dari keluarga, mami angkat saya yakni Ibu Angela serta Oma Lily Layata dan saudara-saudara rohani saya. Karena doa mereka saya ada hingga saat ini. Semoga kesaksian saya dapat menjadi kekuatan bagi kita semua. Tuhan Yesus memberkati kita semua…</p>
<p style="text-align: right;">Sumber: Warta Gereja Petra 2 Januari 2011</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/nama-yesus-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Engkaulah Jawabanku</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/engkaulah-jawabanku/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/engkaulah-jawabanku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Aug 2010 07:44:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra Information Center (PIC)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=416</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Sylvia Saya pertama kali mengenal gereja Petra pada tahun 1998, dimana saya sedang mencari gereja yang dapat membuat rohani saya bertumbuh. Saya sudah mendengar bahwa gereja Petra itu baik tapi saya tidak mengetahui dimana gereja tersebut. Akhirnya suatu hari di tahun 1998, bersama 2...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='wp_fbs_top'></div><p style="text-align: justify;">Oleh: Sylvia</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-medium wp-image-417" title="Engkaulah Jawabanku" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20100819_engkaulah_jawabanku-300x215.jpg" alt="" width="300" height="215" />Saya pertama kali mengenal gereja Petra pada tahun 1998, dimana saya sedang mencari gereja yang dapat membuat rohani saya bertumbuh. Saya sudah mendengar bahwa gereja Petra itu baik tapi saya tidak mengetahui dimana gereja tersebut. Akhirnya suatu hari di tahun 1998, bersama 2 orang teman, saya mengikuti ibadah gereja Petra yang waktu itu di Gedung BRI. Puji Tuhan sampai sekarang saya beribadah dan melayani Tuhan di Gereja Petra.</p>
<p>Setiap akhir tahun saya selalu menulis surat permohonan kepada Tuhan dan disetiap akhir tahun berikutnya saya selalu memeriksa permohonan mana yang Tuhan sudah kabulkan dan yang belum Tuhan kabulkan. Melalui cara ini saya selalu mengucap syukur karena saya melihat kebaikan Tuhan kepada saya. Salah satu permohonan saya adalah saya ingin memiliki rumah sendiri karena rumah yang saya tinggali bersama orang tua saya adalah rumah kontrakan. Walaupun kami tidak pernah membayar uang kontrak karena tuan rumah tidak mau menerima uang kami sebab bangunan yang kami tinggali milik kami sedangkan tanahnya milik tuan rumah, sehingga sampai sekarang kami masih menempati rumah tersebut. Akhirnya pada tahun 2007, Tuhan menjawab doa saya dimana majikan saya memberikan sebuah rumah untuk saya cicil tanpa uang muka dan bunga cicilan sehingga saya dapat membayarnya dengan memotong gaji saya setiap bulannya. Saya percaya rumah yang Tuhan sudah berikan kepada saya akan menjadi milik saya walaupun sekarang saya masih mencicilnya.</p>
<p>Tahun 2005 saya menjadi pendoa syafaat dimana sebelumnya saya sudah sangat rindu untuk menjadi seorang pendoa syafaat di pastori, tetapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Akhirnya pada tahun 2005, saya diajak oleh teman untuk berdoa di pastori dan saya sangat gembira. Saat saya setia menjadi seorang pendoa syafaat, Tuhan menyembuhkan penyakit burket (ketiak) yang selalu mengeluarkan keringat berlebihan dan membuatku tidak percaya diri. Walaupun saya sudah berobat ke dokter dan sinse (dokter tradisional cina) tapi tetap tidak sembuh. Apalagi kalau sedang stres, maka keringat yang saya keluarkan semakin banyak dan hal ini membuat saya sangat malu saat ditempat kerja, saat pelayanan, dan saat berkumpul dengan teman-teman, namun saya tetap setia melayani Tuhan. Melihat kesetiaanku melayani Tuhan dan senantiasa berdoa, maka tanpa saya sadari Tuhan menyembuhkan penyakit burket saya secara total. Puji Tuhan!!</p>
<p>Wajah saya sangat sensitif dan sering berjerawat, pada Oktober 2009 wajah saya sampai sangat hancur karena timbul jerawat berukuran besar dalam jumlah yang banyak dan bernanah, bahkan wajah saya menjadi bengkak dan tidak simetris lagi, padahal saya sudah berobat ke dokter dan dokter pun bingung melihat jerawat di wajah saya yang tidak kunjung hilang. Hal ini membuat saya malu dan tidak melayani bahkan sempat tidak pergi berdoa di pastori karena rasa malu. Pada saat saya tidak melayani, saya sangat rindu untuk kembali melayani sehingga saya berdoa dan berpuasa selama seminggu agar Tuhan menyembuhkan penyakit jerawatku tapi tidak sembuh-sembuh juga bahkan saya menangis di hadapan Tuhan karena saya sangat rindu melayani Tuhan namun belum sembuh juga walaupun saya sudah berusaha ke dokter. Akhirnya pada akhir Oktober 2009, Tuhan mengingatkan saya untuk kembali ke dokter yang dulu. Puji Tuhan, berkat campur tangan Tuhan akhirnya sehari setelah saya pakai obat dokter tersebut wajahku langsung puliha kembali.</p>
<p>Dalam masalah jerawat ini saya mendapat pelajaran bahwa pada saat kita dalam masalah harusnya kita tidak lari atau meninggalkan pelayanan, malahan kita harus lebih sungguh-sungguh lagi. Waktu Tuhan bukanlah waktu kita, yang maunya kita sekarang harus langsung sembuh tapi kita harus setia menunggu waktu Tuhan dan saya bersyukur dalam masalah ini saya tidak pernah menyalahkan Tuhan sedikitpun. Semoga kesaksian ini bisa memberkati kita semua. Amin!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/engkaulah-jawabanku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesembuhan Ilahi</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-ilahi/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 14:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra Information Center (PIC)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian Ibu Nelly Saya bisa mengenal Tuhan Yesus melalui ibu saya yang sudah mengalami mujizat kesembuhan Ilahi pada tahun 1989. Ibu saya menderita sakit parah (komplikasi) bahkan sudah berbulan-bulan terbaring ditempat tidur. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk ibu saya bias hidup namun...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='wp_fbs_top'></div><p>Kesaksian Ibu Nelly</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bisa mengenal Tuhan Yesus melalui ibu saya yang sudah mengalami mujizat kesembuhan Ilahi pada tahun 1989.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu saya menderita sakit parah (komplikasi) bahkan sudah berbulan-bulan terbaring ditempat tidur. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk ibu saya bias hidup namun Tuhan berkata lain, justru melalui penyakit yang dialami ibu saya, ia diselamatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari tetangga disebelah rumah memberi saran apakah ibu saya mau didoakan oleh karena dia sendiri baru saja mengalami penyembuhan oleh Tuhan Yesus. Setelah saya berunding dengan ibu dan saudara saya Freddy ( yang sekarang menjadi gembala jemaat Petra di Palu) ibu saya sempat memberi komentar bahwa Yesus itu Tuhannya orang bule ya? Namun pada akhirnya dia setuju untuk didoakan oleh Bapak/Ibu Pdt. Paulus dengan beberapa staf.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-268" title="yesus penyembuh keluarga" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20091230_yesus_penyembuh_keluarga.jpg" alt="" width="300" height="348" />Pada saat itu setelah kami menyembah Tuhan dengan sungguh, terjadilah mujizat dimana ibu saya melihat Terang yang luar biasa (itulah Hadirat Allah) sehingga saat itu juga Roh Raja laut yang membuat ibu saya sakit tidak bisa tahan degnan hadirat Allah sehingga keluar pada saat itu juga dengan Raungan yang sangat menakutkan. Setelah itu langsung ibu saya bisa bangun dan turun dari tempat tidurnya dan bisa berjalan pada hal tadinya kakinya sudah bengkak semua. Puji Tuhan. Yakobus 5:15, Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari kemudian, saya mengambil keputusan untuk dibaptis dan Puji Tuhan pada saat saya dibaptis, penyakit wasir saya juga langsung sembuh. Bahkan ketika saya sudah dilahirkan baru, membuat saya sanggup menjalani pergumulan dalam hidup saya karena ada Tuhan Yesus yang sangat mengasihiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat it mujizat demi mujizat terjadi dalam hidupku. Adalah: wiliam, anak saya yang sering Step sejak umur 1,5 tahun sampai umur 6 tahun pada saat didoakan oleh ibu saya bersama Freddy mengalami kesembuhan total bahkan diberi bonus dimana Wiliam mendapat karunia penglihatan seperti yang tertulis dalam Yoel 2:28, &#8220;Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu ada pertolongan Tuhan yang saya alami pada saat pergelangan kaki saya digilas mobil Hardtop, secara spontan saya berseru: “Tuhan Yesus tolong!”saya dan mujizat terjadi dimana mobil seberat itu yang saya rasakan hanya seperti kapas yang menempel diatas kaki saya sehingga saya langsung berdiri kembali, Haleluyah! Mazmur 145:19, Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari saya bersama dengan Freddy dan istri ke Menado untuk menjenguk kakak saya yang terkena stroke. Keesokan harinya ada berita bahwa ibu saya masuk rumah sakit karena usus mati dimana perutnya membengkak besar dan sakitnya luar biasa karena tidak bisa buang angin dan tidak bisa buang air besar. Menurut dokter sudah tidak ada harapan tetapi Tuhan Yesus itu dahsyat sanggup melakukan perkara yang mustahil.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui Freddy, Tuhan memberi tahu bahwa iblis akan membunuh ibu saya dengan cara yang sama dengan bagaimana iblis membunuh papa yaitu dengan usus mati. Saat itu kami berdoa untuk meminta hikmat Tuhan apa yang harus kami lakukan. Ternyata Tuhan mau melakukan kesembuhan Ilahi buat ibu saya dengan cara saya harus pulang ke Makassar untuk mencabut infuse dan oksigen yang ada ditubuhnya, sungguh jika saya menaati apa yang Tuhan inginkan, mujizat benar-benar terjadi, ibu saya sembuh. Puji Tuhan!! Mazmur 60:14, Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 22 Desember 2009, dalam doa pagi, saya katakan bahwa saya ingin mendapat hadiah Natal dari Tuhan Yesus. Siangnya sebagai pendoa syafaat, saya pergi ke Pastori untuk berdoa walaupun beberapa hari sebelumnya saya merasakan sakit disekitar ulu hati (saya sudah kehilangan selera makan, ada rasa mual) dimana kejadian ini pernah terjadi 22 tahun yang lalu dan saya harus diopname selama 1 bulan. Dengan iman, saya melangkah untuk tetap berdoa dan Puji Tuhan sementara memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh, saya sembuh total. Dalam hati saya ada suara Tuhan yang berkata: “itulah kado Natal dari Tuhan Yesus”. Sungguh Tuhan Yesus itu luar biasa kasih-Nya kepada manusia sekalipun kita tidak bisa melihat dengan mata kita namun Dia sungguh ada dan siap untuk menolong pada saat kita membutuhkannya seperti yang sudah saya alami.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya kesaksian ini dapat memberkati kita semua. Amin!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemulihan Tuhan Sungguh Dahsyat</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/pemulihan-tuhan-sungguh-dahsyat/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/pemulihan-tuhan-sungguh-dahsyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Petra Information Center (PIC)</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian ibu LILY LAYATA Saya mau menyaksikan bagaimana pertolongan Tuhan dan pemulihan yang terjadi atas keluarga anak saya pada saat mereka berada dalam pergumulan dengan masalah yang sedang dihadapinya, dimana peristiwa itu terjadi ± 4 tahun yang lalu. Awalnya mereka tinggal di daerah Palopo untuk...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='wp_fbs_top'></div><p style="text-align: justify;">Kesaksian ibu LILY LAYATA</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mau menyaksikan bagaimana pertolongan Tuhan dan pemulihan yang terjadi atas keluarga anak saya pada saat mereka berada dalam pergumulan dengan masalah yang sedang dihadapinya, dimana peristiwa itu terjadi ± 4 tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-253 alignright" style="padding-right: 5px;" title="perjudian" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20091220_perjudian-245x300.gif" alt="" width="245" height="300" />Awalnya mereka tinggal di daerah Palopo untuk membuka satu usaha disana, ternyata beberapa waktu kemudian, merekaapa mulai mengerjakan pekerjaan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, yaitu menjual Kupon Putih sebab hasilnya sangat menggiurkan sehingga dalam waktu yang sangat singkat, mereka dapat membeli rumah, mobil dan lain-lain. Dan berakibat mereka sebagai Anak Tuhan sudah tidak setia lagi beribadah kepada Tuhan. Karena mereka sudah terikat dengan pekerjaan yang mereka anggap keberuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah salah satu cara iblis untuk mencuri hati kita agar menjauh dari Tuhan dengan menawarkan sesuatu yang indah kepada manusia. Yohanes 10:10, Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu sebagai orang tua, saya sudah melarang agar berhenti mencari uang dengan cara yang seperti itu namun mereka katakan bahwa mereka menjual kupon tersebut hanya untuk sementara waktu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah beberapa tahun mereka menggeluti pekerjaan itu, tiba-tiba menjadi macet sehingga mereka mengalami banyak kerugian karena banyak orang yang melarikan diri dan ada juga yang tidak bisa membayar sehingga anak saya yang harus bertanggung jawab, akibatnya mereka meminjam uang dibank untuk mengantisipasinya dimana semakin lama hutangnya semakin banyak karena banyak yang harus dibayar sehingga pinjaman mereka di bank sudah hampir mencapai harga rumah yang mereka tempati sebagai jaminan pada saat mereka meminjam uang dibank. Pada saaat mereka sudah tidak berdaya untuk mengantisipasinya, mereka memberitahukan kepada saya apa yang menjadi permasalahan mereka sambil meminta tolong untuk didoakan agar mereka dapat mengatasi masalahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu saya hanya bisa lari dari kepada Tuhan dan dalam suatu kesempatan saya meminta tolong kepada Ibu Gembala untuk mendoakannya juga. Sebelum berdoa, Ibu Gembala menyarankan agar mereka segera menghentikan pekerjaan yang sudah jelas tidak berkenan kepada Tuhan jika mereka ingin Tuhan menolong mereka sesuai dengan Firman Tuhan di kitab Yesaya 59:1-2, 1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menurut apa yang Tuhan kehendaki dengan melepaskan pekerjaan tersebut, tidak lama kemudian pamannya menawarkan usaha untuk membeli kayu dan rotan. Ternyata itulah awal Tuhan memulihkan semuanya karena usaha tersebut semakin berkembang dan diberkati. Akhirnya Tuhan memberkati mereka sehingga dalam waktu yang singkat, seluruh pinjaman dibank bisa dilunasi tanpa harus menjual rumahnya. Puji Tuhan karena Tuhan sungguh baik yang memberikan pertolongan tepat pada waktunya asalkan kita mau berserah penuh kepada-Nya sekalipun sebelumnya Tuhan harus menghabiskan semua berkat yang mereka miliki. Namun disini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga bahwa semua peristiwa yang terjadi pada anak saya itu merupakan cara Tuhan untuk memulihkan mereka baik dalam hal Rohani maupun jasmani dimana Tuhan mau agar berkat yang mereka peroleh itu semuanya murni dari Tuhan yang memberkati mereka sehingga dapat mereka nikmati dalam damai sejahtera dan sukacita karena apa yang mereka kerjakan berkenan dimata Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemulihan Tuhan sungguh dahsyat sebab Tuhan juga menambahkan kepada mereka 2 kavling tanah yang luas dan 2 ruko yang dipakai sebagi tempat untuk membuka usaha penjualan alat-alat listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sekeluarga juga melayani Tuhan dan digembalakan di Gereja Petra Palopo bahkan mereka menyiapkan sebuah kamar khusus yang diperuntukkan sebagai tempat menginap untuk hamba-hamba Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang ibu, saya sangat bersyukur karena Tuhan sudah mengabulkan apa yang menjadi doa dan kerinduan saya bagi seluruh keluarga saya sehingga membuat saya semakin mengasihi Tuhan dan semoga saya bisa terus melayani Tuhan sampai akhir hidup saya dan kalau bisa sampai Tuhan Yesus datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya kesaksian ini dapat mendorong kita semua untuk percaya bahwa mujizat Tuhan masih terjadi dan khusus bagi para wanita yang ingin mendapatkan kekuatan dalam menopang keluarga marilah bergabung dalam Kebaktian Kaum Wanita yang Tuhan siapkan dalam penggembalaan di Gereja Petra.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan Yesus memberkati. Amin!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/pemulihan-tuhan-sungguh-dahsyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesembuhan di atas pesawat Merpati DC-9</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-di-atas-pesawat-merpati-dc-9/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-di-atas-pesawat-merpati-dc-9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 12:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Otniel Yedid Yah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan kita benar-benar ajaib dan luarbiasa. “Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah” tampaknya kalimat firman yang seringkali kita baca dan dengar itu bukanlah hanya sekedar cerita dongeng isapan jempol belaka, melainkan firman itu telah menjadi kenyataan dan rhema di dalam hidup saya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='wp_fbs_top'></div><p style="text-align: justify;">Tuhan kita benar-benar ajaib dan luarbiasa. “Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah” tampaknya kalimat firman yang seringkali kita baca dan dengar itu bukanlah hanya sekedar cerita dongeng isapan jempol belaka, melainkan firman itu telah menjadi kenyataan dan rhema di dalam hidup saya pribadi melalui kesaksian kisah nyata ‘true story’ dari mujizat kesembuhan yang benar-benar sudah terjadi di atas pesawat Merpati DC-9 tujuan Kendari-Makassar, yang ingin saya bagikan kepada semua rekan-rekan seiman di seluruh Indonesia maupun mancanegara yang telah saya posting melalui blog pribadi, beberapa milis rohani dan juga di ‘my notes’, agar kesaksian ini dapat menjadi berkat dan kekuatan inspirasi bagi kita semua baik itu untuk sanak keluarga, teman-teman dan tentunya para sahabat di dalam menjalani kehidupan di dunia ini.<span id="more-198"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika saya sedang berada di kota Kendari, Sulawesi Tenggara untuk suatu tugas pelayanan pada hari Minggu dan setelah menyelesaikan semuanya, pada keesokan harinya saya hendak kembali ke kota Makassar dengan hati penuh sukacita. Setelah melewati perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit dari kota Kendari menuju airport Wolter Monginsidi akhirnya sampailah saya disana. Seperti biasa pada umumnya saya harus check in terlebih dahulu di counter Merpati untuk tujuan Makassar dan ketika itu saya diberikan no. kursi 30 (paling belakang). Sebenarnya saya ingin meminta kepada petugasnya untuk dipindahkan ke kursi yang agak depan, karena tidak biasanya saya mendapat tempat duduk yang paling belakang. Namun karena petugas bandara mengatakan bahwa semua kursi di depan dan tengah telah penuh, maka dengan agak sedikit berat hati akhirnya saya menerima keputusan tersebut. Tidak berapa lama kemudian saya masuk di ruangan tunggu penumpang untuk menunggu keberangkatan yang sedianya di jadwalkan boarding sekitar pukul 15.00 wita. Dan setelah menantikan cukup lama akhirnya samar-samar terdengar suara announcer bandara mengumumkan bahwa pesawat Merpati dengan tujuan Makassar DITUNDA keberangkatannya hingga waktu yang tidak ditentukan, dikarenakan alasan operasional. Mendengar itu secara manusiawi sontak saya kaget dan agak kecewa, tetapi sekalipun demikian saya berusaha untuk menenangkan hati saya dan tetap bersyukur kepada Tuhan, sekalipun pesawat tersebut harus delay cukup lama dari jadwal yang seharusnya dan tidak tahu sampai kapan karena belum ada keterangan yang pasti. Sementara penumpang lainnya yang mengambil jurusan yang sama pun tak kuasa menahan emosi sehingga beberapa orang di antaranya yang komplen.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah menunggu waktu keberangkatan yang cukup lama (<span style="text-decoration: underline;">+</span> 1 ½ jam) tanpa ada firasat apapun akhirnya announcer kembali memberitahukan bahwa pesawat Merpati tujuan Makassar akan segera diberangkatkan para penumpang diharapkan naik ke atas pesawat udara. Saya pun lantas bergegas menuju ke atas pesawat dan mencari no. kursi 30 yang paling belakang. Ketika saya duduk di kursi tersebut sepintas saya melihat diseberang tempat duduk saya di bagian belakang ada semacam kain gorden besar yang menutupi tempat itu, tetapi saya sama sekali tidak mengetahui apa yang ada di dalamnya. Saya pun berusaha untuk duduk tenang dan menikmati perjalanan saya yang cukup melelahkan hari itu. Tidak secara kebetulan disamping tempat duduk saya ada seorang pria paruh baya yang duduk dengan tatapan mata yang kosong dan kelihatannya sangat sedih. Sembari basa-basi saya bersalaman dan memperkenalkan diri saya kepada pria itu sambil saya bertanya: Apakah bapak tahu mengapa ada kain besar di sebelah sana? Kemudian pria itu menceritakan dengan nada yang datar bahwa di dalam kain besar itu ternyata ada seorang dari sanak keluarganya yang sudah koma hampir seminggu di rumah sakit Kendari akibat gegar otak dalam sebuah musibah kecelakaan maut di Kolaka karena ditabrak oleh sebuah mobil hingga orang itu terlempar beberapa meter dari atas motornya sampai-sampai tidak sadarkan diri di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dan sejak peristiwa naas itu sampai saat orang itu dibawa ke atas pesawat dalam keadaan koma dan lebih parahnya lagi semua dokter rumah sakit di Kendari sudah angkat tangan dan tidak bisa berbuat apa-apa menangani kondisi orang tersebut, sehingga orang itu harus dirujuk ke rumah sakit di kota Makassar untuk mendapatkan pengobatan intensif, kata pria tersebut dengan nada sedih. Mendengar penjelasan pria tersebut tiba-tiba timbullah perasaan empati dan belas kasihan di dalam hati saya terhadap kondisi pergumulan yang dihadapi pria dan orang tersebut. Kemudian saya bertanya dalam hati saya: <em>Tuhan apakah yang harus saya lakukan?</em> Tiba-tiba ada suatu impresi yang begitu kuat di dalam hati saya yang berkata: <em>Otniel, Doakan dia! </em>Namun, sebelumnya itu saya bergumul di dalam diri saya: <em>Ah jangan-jangan ini bukan suara Tuhan.</em> Kalau saya doakan orang itu apakah nanti sembuh atau tidak? Pertanyaan semacam itu muncul dan berkecamuk di dalam pikiran daging saya. Tetapi karena saya mau lebih taat kepada suaraNya akhirnya saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada pria yang duduk di sebelah saya: Maaf, kalau boleh saya tahu bapak beragama apa? Oh, saya beragama katholik, jawab pria tersebut. Kemudian saya bertanya lagi: Apakah bapak bersedia saya berdoa untuk bapak dan keluarga bapak yang sedang koma? Jawab pria itu: Ya, saya mau di doakan! Mendengar jawaban itu saya bersukacita. Namun, sebelum saya berdoa saya katakan kepada pria tersebut: Bapak, saya tidak bisa menolong anda dan keluarga bapak, saya hanya bisa mendoakan untuk kesembuhan keluarga bapak. Tetapi satu-satunya yang bisa menolong dan menyembuhkan keluarga bapak itu namanya Yesus. Maukah bapak percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi di dalam hidup bapak? Jikalau bapak mau, saya akan mendoakan bapak. Sepertinya Roh Kudus sudah lebih dulu menjamah hatinya, lantas pria itu berkata: <em>Ya, saya percaya Yesus</em>. Puji Tuhan, akhirnya saya berdoa bersama-sama dengan pria tersebut di tempat duduk masing-masing dengan doa yang sederhana. Setelah selesai berdoa sementara pesawat sudah take off, tampaknya tidak terjadi sesuatu apa-apa, namun saya pun tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena saya telah melaksanakan apa yang Tuhan suruh saya lakukan dengan tidak berbantah-bantah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak berapa lama kemudian tiba-tiba secara tidak sadar saya melihat kain gorden penutup di seberang tempat duduk saya itu seakan-akan bergerak. Seolah-olah antara percaya dengan tidak saya pun memberitahukan kepada pria yang duduk di sebelah saya bahwa kain gorden itu bergerak. Melihat hal yang sama secepat kilat pria tersebut bangun dari tempat duduknya dan membuka kain gorden penutupnya dan ketika kain gorden itu dibuka sungguh mujizat Tuhan yang luarbiasa terjadi pada saat itu juga. Saya pun melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa orang yang tadinya terbaring diatas tempat tidur roda dalam keadaan koma, tiba-tiba orang itu bisa bangun sendiri dan duduk di atas tempat tidurnya sementara semua tali pengikatnya sudah terlepas dan bahkan masih ada selang infus untuk oksigen terpasang di tubuhnya. Ketika melihat fakta kejadian itu pria tersebut dan beberapa pramugari yang ada lantas menatap saya dengan raut wajah yang terheran-heran dan saya pun merasakan hal yang sama. Singkat cerita akhirnya pesawat landing di Bandar udara Hasanuddin Makassar, sebelum turun dari pesawat saya pun menyempatkan diri untuk memberikan salam kepada pria dan orang yang sudah sembuh itu sambil menatap matanya dengan penuh kasih saya hanya katakan: Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda. Tanpa banyak berbasa-basi lalu saya pun bergegas turun dari pesawat itu dengan suasana hati yang bercampur aduk menjadi satu antara sukacita, senang, terharu dan menangis karena melihat kuasa Tuhan yang begitu amat sangat nyata bahkan melebihi dari apapun yang dapat saya pikirkan atau rasakan pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Haleluya, Allah kita sungguh dahsyat luarbiasa. Dia tidak pernah mempermalukan hamba-hambaNya yang sungguh-sungguh percaya dan berserah kepadaNya. Percayalah dengan iman bahwa apa yang telah di firmankanNya itu benar-benar PASTI terjadi. MUJIZAT ITU NYATA! Apapun keadaan masalah, sakit penyakit, percobaan atau tantangan dan pergumulan hidup yang anda hadapi saat ini, percayalah Yesus lebih besar daripada masalah dan pergumulan anda. Dia terlalu mampu menolong dan menyembuhkan anda. Karena sekali lagi bagi Allah tidak ada sesuatu pun perkara yang mustahil. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus. Segala pujian, hormat, kuasa dan kemuliaan hanya dari Dia, oleh Dia dan bagi Dialah kekal selama-lamanya. Amin</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salam Luarbiasa,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Otniel Yedidyah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penulis Buku “Bebas dari Bahaya Kesombongan”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-di-atas-pesawat-merpati-dc-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

