<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Gereja Petra Makassar &#187; Kesaksian</title>
	<atom:link href="http://www.petracenter.or.id/category/kesaksian/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.petracenter.or.id</link>
	<description>Jl. Sungai Saddang 32 Makassar - Telepon 873769 - Fax 858602</description>
	<lastBuildDate>Thu, 08 Jul 2010 11:19:31 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Kesembuhan Ilahi</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-ilahi/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-ilahi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 14:04:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>P.I.C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian Ibu Nelly Saya bisa mengenal Tuhan Yesus melalui ibu saya yang sudah mengalami mujizat kesembuhan Ilahi pada tahun 1989. Ibu saya menderita sakit parah (komplikasi) bahkan sudah berbulan-bulan terbaring ditempat tidur. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk ibu saya bias hidup namun...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesaksian Ibu Nelly</p>
<p style="text-align: justify;">Saya bisa mengenal Tuhan Yesus melalui ibu saya yang sudah mengalami mujizat kesembuhan Ilahi pada tahun 1989.</p>
<p style="text-align: justify;">Ibu saya menderita sakit parah (komplikasi) bahkan sudah berbulan-bulan terbaring ditempat tidur. Dokter mengatakan bahwa sudah tidak ada harapan untuk ibu saya bias hidup namun Tuhan berkata lain, justru melalui penyakit yang dialami ibu saya, ia diselamatkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari tetangga disebelah rumah memberi saran apakah ibu saya mau didoakan oleh karena dia sendiri baru saja mengalami penyembuhan oleh Tuhan Yesus. Setelah saya berunding dengan ibu dan saudara saya Freddy ( yang sekarang menjadi gembala jemaat Petra di Palu) ibu saya sempat memberi komentar bahwa Yesus itu Tuhannya orang bule ya? Namun pada akhirnya dia setuju untuk didoakan oleh Bapak/Ibu Pdt. Paulus dengan beberapa staf.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="alignright size-full wp-image-268" title="yesus penyembuh keluarga" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20091230_yesus_penyembuh_keluarga.jpg" alt="" width="300" height="348" />Pada saat itu setelah kami menyembah Tuhan dengan sungguh, terjadilah mujizat dimana ibu saya melihat Terang yang luar biasa (itulah Hadirat Allah) sehingga saat itu juga Roh Raja laut yang membuat ibu saya sakit tidak bisa tahan degnan hadirat Allah sehingga keluar pada saat itu juga dengan Raungan yang sangat menakutkan. Setelah itu langsung ibu saya bisa bangun dan turun dari tempat tidurnya dan bisa berjalan pada hal tadinya kakinya sudah bengkak semua. Puji Tuhan. Yakobus 5:15, Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa hari kemudian, saya mengambil keputusan untuk dibaptis dan Puji Tuhan pada saat saya dibaptis, penyakit wasir saya juga langsung sembuh. Bahkan ketika saya sudah dilahirkan baru, membuat saya sanggup menjalani pergumulan dalam hidup saya karena ada Tuhan Yesus yang sangat mengasihiku.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak saat it mujizat demi mujizat terjadi dalam hidupku. Adalah: wiliam, anak saya yang sering Step sejak umur 1,5 tahun sampai umur 6 tahun pada saat didoakan oleh ibu saya bersama Freddy mengalami kesembuhan total bahkan diberi bonus dimana Wiliam mendapat karunia penglihatan seperti yang tertulis dalam Yoel 2:28, &#8220;Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat; orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu ada pertolongan Tuhan yang saya alami pada saat pergelangan kaki saya digilas mobil Hardtop, secara spontan saya berseru: “Tuhan Yesus tolong!”saya dan mujizat terjadi dimana mobil seberat itu yang saya rasakan hanya seperti kapas yang menempel diatas kaki saya sehingga saya langsung berdiri kembali, Haleluyah! Mazmur 145:19, Ia melakukan kehendak orang-orang yang takut akan Dia, mendengarkan teriak mereka minta tolong dan menyelamatkan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Suatu hari saya bersama dengan Freddy dan istri ke Menado untuk menjenguk kakak saya yang terkena stroke. Keesokan harinya ada berita bahwa ibu saya masuk rumah sakit karena usus mati dimana perutnya membengkak besar dan sakitnya luar biasa karena tidak bisa buang angin dan tidak bisa buang air besar. Menurut dokter sudah tidak ada harapan tetapi Tuhan Yesus itu dahsyat sanggup melakukan perkara yang mustahil.</p>
<p style="text-align: justify;">Melalui Freddy, Tuhan memberi tahu bahwa iblis akan membunuh ibu saya dengan cara yang sama dengan bagaimana iblis membunuh papa yaitu dengan usus mati. Saat itu kami berdoa untuk meminta hikmat Tuhan apa yang harus kami lakukan. Ternyata Tuhan mau melakukan kesembuhan Ilahi buat ibu saya dengan cara saya harus pulang ke Makassar untuk mencabut infuse dan oksigen yang ada ditubuhnya, sungguh jika saya menaati apa yang Tuhan inginkan, mujizat benar-benar terjadi, ibu saya sembuh. Puji Tuhan!! Mazmur 60:14, Dengan Allah akan kita lakukan perbuatan-perbuatan gagah perkasa, sebab Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tanggal 22 Desember 2009, dalam doa pagi, saya katakan bahwa saya ingin mendapat hadiah Natal dari Tuhan Yesus. Siangnya sebagai pendoa syafaat, saya pergi ke Pastori untuk berdoa walaupun beberapa hari sebelumnya saya merasakan sakit disekitar ulu hati (saya sudah kehilangan selera makan, ada rasa mual) dimana kejadian ini pernah terjadi 22 tahun yang lalu dan saya harus diopname selama 1 bulan. Dengan iman, saya melangkah untuk tetap berdoa dan Puji Tuhan sementara memuji dan menyembah Tuhan dengan sungguh-sungguh, saya sembuh total. Dalam hati saya ada suara Tuhan yang berkata: “itulah kado Natal dari Tuhan Yesus”. Sungguh Tuhan Yesus itu luar biasa kasih-Nya kepada manusia sekalipun kita tidak bisa melihat dengan mata kita namun Dia sungguh ada dan siap untuk menolong pada saat kita membutuhkannya seperti yang sudah saya alami.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya kesaksian ini dapat memberkati kita semua. Amin!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-ilahi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemulihan Tuhan Sungguh Dahsyat</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/pemulihan-tuhan-sungguh-dahsyat/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/pemulihan-tuhan-sungguh-dahsyat/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Dec 2009 14:05:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>P.I.C</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=252</guid>
		<description><![CDATA[Kesaksian ibu LILY LAYATA Saya mau menyaksikan bagaimana pertolongan Tuhan dan pemulihan yang terjadi atas keluarga anak saya pada saat mereka berada dalam pergumulan dengan masalah yang sedang dihadapinya, dimana peristiwa itu terjadi ± 4 tahun yang lalu. Awalnya mereka tinggal di daerah Palopo untuk...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kesaksian ibu LILY LAYATA</p>
<p style="text-align: justify;">Saya mau menyaksikan bagaimana pertolongan Tuhan dan pemulihan yang terjadi atas keluarga anak saya pada saat mereka berada dalam pergumulan dengan masalah yang sedang dihadapinya, dimana peristiwa itu terjadi ± 4 tahun yang lalu.</p>
<p style="text-align: justify;"><img class="size-medium wp-image-253 alignright" style="padding-right: 5px;" title="perjudian" src="http://www.petracenter.or.id/wp-content/uploads/20091220_perjudian-245x300.gif" alt="" width="245" height="300" />Awalnya mereka tinggal di daerah Palopo untuk membuka satu usaha disana, ternyata beberapa waktu kemudian, merekaapa mulai mengerjakan pekerjaan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan, yaitu menjual Kupon Putih sebab hasilnya sangat menggiurkan sehingga dalam waktu yang sangat singkat, mereka dapat membeli rumah, mobil dan lain-lain. Dan berakibat mereka sebagai Anak Tuhan sudah tidak setia lagi beribadah kepada Tuhan. Karena mereka sudah terikat dengan pekerjaan yang mereka anggap keberuntungan.</p>
<p style="text-align: justify;">Inilah salah satu cara iblis untuk mencuri hati kita agar menjauh dari Tuhan dengan menawarkan sesuatu yang indah kepada manusia. Yohanes 10:10, Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Oleh karena itu sebagai orang tua, saya sudah melarang agar berhenti mencari uang dengan cara yang seperti itu namun mereka katakan bahwa mereka menjual kupon tersebut hanya untuk sementara waktu saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah beberapa tahun mereka menggeluti pekerjaan itu, tiba-tiba menjadi macet sehingga mereka mengalami banyak kerugian karena banyak orang yang melarikan diri dan ada juga yang tidak bisa membayar sehingga anak saya yang harus bertanggung jawab, akibatnya mereka meminjam uang dibank untuk mengantisipasinya dimana semakin lama hutangnya semakin banyak karena banyak yang harus dibayar sehingga pinjaman mereka di bank sudah hampir mencapai harga rumah yang mereka tempati sebagai jaminan pada saat mereka meminjam uang dibank. Pada saaat mereka sudah tidak berdaya untuk mengantisipasinya, mereka memberitahukan kepada saya apa yang menjadi permasalahan mereka sambil meminta tolong untuk didoakan agar mereka dapat mengatasi masalahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada saat itu saya hanya bisa lari dari kepada Tuhan dan dalam suatu kesempatan saya meminta tolong kepada Ibu Gembala untuk mendoakannya juga. Sebelum berdoa, Ibu Gembala menyarankan agar mereka segera menghentikan pekerjaan yang sudah jelas tidak berkenan kepada Tuhan jika mereka ingin Tuhan menolong mereka sesuai dengan Firman Tuhan di kitab Yesaya 59:1-2, 1 Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; 2 tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah menurut apa yang Tuhan kehendaki dengan melepaskan pekerjaan tersebut, tidak lama kemudian pamannya menawarkan usaha untuk membeli kayu dan rotan. Ternyata itulah awal Tuhan memulihkan semuanya karena usaha tersebut semakin berkembang dan diberkati. Akhirnya Tuhan memberkati mereka sehingga dalam waktu yang singkat, seluruh pinjaman dibank bisa dilunasi tanpa harus menjual rumahnya. Puji Tuhan karena Tuhan sungguh baik yang memberikan pertolongan tepat pada waktunya asalkan kita mau berserah penuh kepada-Nya sekalipun sebelumnya Tuhan harus menghabiskan semua berkat yang mereka miliki. Namun disini saya mendapat pelajaran yang sangat berharga bahwa semua peristiwa yang terjadi pada anak saya itu merupakan cara Tuhan untuk memulihkan mereka baik dalam hal Rohani maupun jasmani dimana Tuhan mau agar berkat yang mereka peroleh itu semuanya murni dari Tuhan yang memberkati mereka sehingga dapat mereka nikmati dalam damai sejahtera dan sukacita karena apa yang mereka kerjakan berkenan dimata Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemulihan Tuhan sungguh dahsyat sebab Tuhan juga menambahkan kepada mereka 2 kavling tanah yang luas dan 2 ruko yang dipakai sebagi tempat untuk membuka usaha penjualan alat-alat listrik.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka sekeluarga juga melayani Tuhan dan digembalakan di Gereja Petra Palopo bahkan mereka menyiapkan sebuah kamar khusus yang diperuntukkan sebagai tempat menginap untuk hamba-hamba Tuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai seorang ibu, saya sangat bersyukur karena Tuhan sudah mengabulkan apa yang menjadi doa dan kerinduan saya bagi seluruh keluarga saya sehingga membuat saya semakin mengasihi Tuhan dan semoga saya bisa terus melayani Tuhan sampai akhir hidup saya dan kalau bisa sampai Tuhan Yesus datang.</p>
<p style="text-align: justify;">Kiranya kesaksian ini dapat mendorong kita semua untuk percaya bahwa mujizat Tuhan masih terjadi dan khusus bagi para wanita yang ingin mendapatkan kekuatan dalam menopang keluarga marilah bergabung dalam Kebaktian Kaum Wanita yang Tuhan siapkan dalam penggembalaan di Gereja Petra.</p>
<p style="text-align: justify;">Tuhan Yesus memberkati. Amin!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/pemulihan-tuhan-sungguh-dahsyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesembuhan di atas pesawat Merpati DC-9</title>
		<link>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-di-atas-pesawat-merpati-dc-9/</link>
		<comments>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-di-atas-pesawat-merpati-dc-9/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2009 12:06:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Otniel Yedid Yah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.petracenter.or.id/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan kita benar-benar ajaib dan luarbiasa. “Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah” tampaknya kalimat firman yang seringkali kita baca dan dengar itu bukanlah hanya sekedar cerita dongeng isapan jempol belaka, melainkan firman itu telah menjadi kenyataan dan rhema di dalam hidup saya...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tuhan kita benar-benar ajaib dan luarbiasa. “Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah” tampaknya kalimat firman yang seringkali kita baca dan dengar itu bukanlah hanya sekedar cerita dongeng isapan jempol belaka, melainkan firman itu telah menjadi kenyataan dan rhema di dalam hidup saya pribadi melalui kesaksian kisah nyata ‘true story’ dari mujizat kesembuhan yang benar-benar sudah terjadi di atas pesawat Merpati DC-9 tujuan Kendari-Makassar, yang ingin saya bagikan kepada semua rekan-rekan seiman di seluruh Indonesia maupun mancanegara yang telah saya posting melalui blog pribadi, beberapa milis rohani dan juga di ‘my notes’, agar kesaksian ini dapat menjadi berkat dan kekuatan inspirasi bagi kita semua baik itu untuk sanak keluarga, teman-teman dan tentunya para sahabat di dalam menjalani kehidupan di dunia ini.<span id="more-198"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Suatu ketika saya sedang berada di kota Kendari, Sulawesi Tenggara untuk suatu tugas pelayanan pada hari Minggu dan setelah menyelesaikan semuanya, pada keesokan harinya saya hendak kembali ke kota Makassar dengan hati penuh sukacita. Setelah melewati perjalanan yang memakan waktu sekitar 30 menit dari kota Kendari menuju airport Wolter Monginsidi akhirnya sampailah saya disana. Seperti biasa pada umumnya saya harus check in terlebih dahulu di counter Merpati untuk tujuan Makassar dan ketika itu saya diberikan no. kursi 30 (paling belakang). Sebenarnya saya ingin meminta kepada petugasnya untuk dipindahkan ke kursi yang agak depan, karena tidak biasanya saya mendapat tempat duduk yang paling belakang. Namun karena petugas bandara mengatakan bahwa semua kursi di depan dan tengah telah penuh, maka dengan agak sedikit berat hati akhirnya saya menerima keputusan tersebut. Tidak berapa lama kemudian saya masuk di ruangan tunggu penumpang untuk menunggu keberangkatan yang sedianya di jadwalkan boarding sekitar pukul 15.00 wita. Dan setelah menantikan cukup lama akhirnya samar-samar terdengar suara announcer bandara mengumumkan bahwa pesawat Merpati dengan tujuan Makassar DITUNDA keberangkatannya hingga waktu yang tidak ditentukan, dikarenakan alasan operasional. Mendengar itu secara manusiawi sontak saya kaget dan agak kecewa, tetapi sekalipun demikian saya berusaha untuk menenangkan hati saya dan tetap bersyukur kepada Tuhan, sekalipun pesawat tersebut harus delay cukup lama dari jadwal yang seharusnya dan tidak tahu sampai kapan karena belum ada keterangan yang pasti. Sementara penumpang lainnya yang mengambil jurusan yang sama pun tak kuasa menahan emosi sehingga beberapa orang di antaranya yang komplen.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya setelah menunggu waktu keberangkatan yang cukup lama (<span style="text-decoration: underline;">+</span> 1 ½ jam) tanpa ada firasat apapun akhirnya announcer kembali memberitahukan bahwa pesawat Merpati tujuan Makassar akan segera diberangkatkan para penumpang diharapkan naik ke atas pesawat udara. Saya pun lantas bergegas menuju ke atas pesawat dan mencari no. kursi 30 yang paling belakang. Ketika saya duduk di kursi tersebut sepintas saya melihat diseberang tempat duduk saya di bagian belakang ada semacam kain gorden besar yang menutupi tempat itu, tetapi saya sama sekali tidak mengetahui apa yang ada di dalamnya. Saya pun berusaha untuk duduk tenang dan menikmati perjalanan saya yang cukup melelahkan hari itu. Tidak secara kebetulan disamping tempat duduk saya ada seorang pria paruh baya yang duduk dengan tatapan mata yang kosong dan kelihatannya sangat sedih. Sembari basa-basi saya bersalaman dan memperkenalkan diri saya kepada pria itu sambil saya bertanya: Apakah bapak tahu mengapa ada kain besar di sebelah sana? Kemudian pria itu menceritakan dengan nada yang datar bahwa di dalam kain besar itu ternyata ada seorang dari sanak keluarganya yang sudah koma hampir seminggu di rumah sakit Kendari akibat gegar otak dalam sebuah musibah kecelakaan maut di Kolaka karena ditabrak oleh sebuah mobil hingga orang itu terlempar beberapa meter dari atas motornya sampai-sampai tidak sadarkan diri di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Dan sejak peristiwa naas itu sampai saat orang itu dibawa ke atas pesawat dalam keadaan koma dan lebih parahnya lagi semua dokter rumah sakit di Kendari sudah angkat tangan dan tidak bisa berbuat apa-apa menangani kondisi orang tersebut, sehingga orang itu harus dirujuk ke rumah sakit di kota Makassar untuk mendapatkan pengobatan intensif, kata pria tersebut dengan nada sedih. Mendengar penjelasan pria tersebut tiba-tiba timbullah perasaan empati dan belas kasihan di dalam hati saya terhadap kondisi pergumulan yang dihadapi pria dan orang tersebut. Kemudian saya bertanya dalam hati saya: <em>Tuhan apakah yang harus saya lakukan?</em> Tiba-tiba ada suatu impresi yang begitu kuat di dalam hati saya yang berkata: <em>Otniel, Doakan dia! </em>Namun, sebelumnya itu saya bergumul di dalam diri saya: <em>Ah jangan-jangan ini bukan suara Tuhan.</em> Kalau saya doakan orang itu apakah nanti sembuh atau tidak? Pertanyaan semacam itu muncul dan berkecamuk di dalam pikiran daging saya. Tetapi karena saya mau lebih taat kepada suaraNya akhirnya saya pun memberanikan diri untuk bertanya kepada pria yang duduk di sebelah saya: Maaf, kalau boleh saya tahu bapak beragama apa? Oh, saya beragama katholik, jawab pria tersebut. Kemudian saya bertanya lagi: Apakah bapak bersedia saya berdoa untuk bapak dan keluarga bapak yang sedang koma? Jawab pria itu: Ya, saya mau di doakan! Mendengar jawaban itu saya bersukacita. Namun, sebelum saya berdoa saya katakan kepada pria tersebut: Bapak, saya tidak bisa menolong anda dan keluarga bapak, saya hanya bisa mendoakan untuk kesembuhan keluarga bapak. Tetapi satu-satunya yang bisa menolong dan menyembuhkan keluarga bapak itu namanya Yesus. Maukah bapak percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan juruselamat secara pribadi di dalam hidup bapak? Jikalau bapak mau, saya akan mendoakan bapak. Sepertinya Roh Kudus sudah lebih dulu menjamah hatinya, lantas pria itu berkata: <em>Ya, saya percaya Yesus</em>. Puji Tuhan, akhirnya saya berdoa bersama-sama dengan pria tersebut di tempat duduk masing-masing dengan doa yang sederhana. Setelah selesai berdoa sementara pesawat sudah take off, tampaknya tidak terjadi sesuatu apa-apa, namun saya pun tetap mengucap syukur kepada Tuhan karena saya telah melaksanakan apa yang Tuhan suruh saya lakukan dengan tidak berbantah-bantah.</p>
<p style="text-align: justify;">Tidak berapa lama kemudian tiba-tiba secara tidak sadar saya melihat kain gorden penutup di seberang tempat duduk saya itu seakan-akan bergerak. Seolah-olah antara percaya dengan tidak saya pun memberitahukan kepada pria yang duduk di sebelah saya bahwa kain gorden itu bergerak. Melihat hal yang sama secepat kilat pria tersebut bangun dari tempat duduknya dan membuka kain gorden penutupnya dan ketika kain gorden itu dibuka sungguh mujizat Tuhan yang luarbiasa terjadi pada saat itu juga. Saya pun melihat dengan mata kepala saya sendiri bahwa orang yang tadinya terbaring diatas tempat tidur roda dalam keadaan koma, tiba-tiba orang itu bisa bangun sendiri dan duduk di atas tempat tidurnya sementara semua tali pengikatnya sudah terlepas dan bahkan masih ada selang infus untuk oksigen terpasang di tubuhnya. Ketika melihat fakta kejadian itu pria tersebut dan beberapa pramugari yang ada lantas menatap saya dengan raut wajah yang terheran-heran dan saya pun merasakan hal yang sama. Singkat cerita akhirnya pesawat landing di Bandar udara Hasanuddin Makassar, sebelum turun dari pesawat saya pun menyempatkan diri untuk memberikan salam kepada pria dan orang yang sudah sembuh itu sambil menatap matanya dengan penuh kasih saya hanya katakan: Tuhan Yesus mengasihi dan memberkati anda. Tanpa banyak berbasa-basi lalu saya pun bergegas turun dari pesawat itu dengan suasana hati yang bercampur aduk menjadi satu antara sukacita, senang, terharu dan menangis karena melihat kuasa Tuhan yang begitu amat sangat nyata bahkan melebihi dari apapun yang dapat saya pikirkan atau rasakan pada saat itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Haleluya, Allah kita sungguh dahsyat luarbiasa. Dia tidak pernah mempermalukan hamba-hambaNya yang sungguh-sungguh percaya dan berserah kepadaNya. Percayalah dengan iman bahwa apa yang telah di firmankanNya itu benar-benar PASTI terjadi. MUJIZAT ITU NYATA! Apapun keadaan masalah, sakit penyakit, percobaan atau tantangan dan pergumulan hidup yang anda hadapi saat ini, percayalah Yesus lebih besar daripada masalah dan pergumulan anda. Dia terlalu mampu menolong dan menyembuhkan anda. Karena sekali lagi bagi Allah tidak ada sesuatu pun perkara yang mustahil. Terpujilah Tuhan Yesus Kristus. Segala pujian, hormat, kuasa dan kemuliaan hanya dari Dia, oleh Dia dan bagi Dialah kekal selama-lamanya. Amin</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Salam Luarbiasa,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Otniel Yedidyah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Penulis Buku “Bebas dari Bahaya Kesombongan”</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.petracenter.or.id/kesaksian/kesembuhan-di-atas-pesawat-merpati-dc-9/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
