Pujian dan Penyembahan

Pdm. Denny Togas

February 1, 2010 by Pdm. Denny Togas  
Filed under Artikel

Pada hari-hari ini Allah semakin menyempurnakan GerejaNya baik secara korporat maupun secara pribadi. Janganlah kita menjadi Gereja yang cukup puas dan berhenti pada satu kebenaran saja. Saya bersyukur bahwa Gereja ini adalah Gereja yang terbuka terhadap pergerakan dan kehendak Roh Kudus.

Setiap kita hendaklah tertanam dengan pengajaran Firman yang kuat. Sebab, ibarat sebuah pohon, Pengajaran Firman Tuhan membuat kita berakar (bertumbuh ke bawah). Kekuatan sebuah pohon terletak pada akarnya, semakin dalam akarnya maka semakin kuat pohon itu. Tetapi adalah lebih baik bila kita juga diperlengkapi dengan pengajaran tentang Pujian Penyembahan. Mengapa? Karena dengan “Pujian dan Penyembahan” membuat kita bertumbuh ke atas.

Pujian dan penyembahan merupakan salah satu hal yang penting, sebab Tuhan pernah berkata bahwa: Aku akan memulihkan pondok Daud yang telah roboh.
Amos 9:11, “Pada hari itu Aku akan mendirikan kembali pondok Daud yang telah roboh; Aku akan menutup pecahan dindingnya, dan akan mendirikan kembali reruntuhannya; Aku akan membangunnya kembali seperti di zaman dahulu kala,

Tuhan berkata bahwa Ia akan memulihkan pondok Daud. Kita tahu jika kita berbicara tentang Daud, maka kita akan berbicara tentang pujian dan penyembahan. Daud adalah pemazmur yang luar biasa, seorang yang hatinya melekat kepada Tuhan, orang yang memiliki keintiman dengan Tuhan. Mengapa Tuhan sampai ingin memulihkan pondok Daud padahal pondok itu sangatlah sederhana namun membuat Allah tertarik akan pondok itu? Rahasianya adalah karena didalam pondok itu ada pujian penyembahan 24 jam. Daud menaruh imam-imam yang senantiasa memuji dan menyembah Tuhan sehingga itulah yang menyukakan hati Tuhan.

Kisah para Rasul 15:16, Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan,

Dalam ayat ini, Tuhan mengulangi lagi bahwa Ia akan memulihakan pondok Daud. Jika hal ini diulangi lagi hingga 2 kali maka itu merupakan suatu hal yang penting. Sebab Tuhan rindu dalam Gereja-Nya terjadi pujian dan penyembahan yaitu keintiman dengan Tuhan.

PENYEMBAH-PENYEMBAH YANG BENAR

Pujian Penyembahan berbicara tentang keintiman dengan Tuhan. Alkitab berkata bahwa engkau memuji Aku dengan mulutmu tetapi hatimu jauh daripada-Ku (Yesaya 29:13, Matius 15:8). Mereka beribadah, bertepuk tangan dan memuji Tuhan – tetapi sebenarnya hati mereka jauh. Pujian Penyembahan mereka kosong dan jauh dari hadirat Tuhan. Jadi bukan masalah liturgy ibadah (tata cara) atau acaranya tetapi masalah hati yang terarah kepada Tuhan.

Ada begitu banyak orang Kristen yang tanpa sadar telah terjebak dengan yang namanya roh agamawi. Kelihatannya mereka sedang beribadah di gereja dan mengikuti rangkaian ibadah dari awal hingga akhir, namun hati mereka jauh dari Tuhan. Itulah sebabnya tidak jarang kita temui jemaat yang menyanyikan lagu pujian kepada Tuhan dengan sikap cuek, sekedar komat-kamit (tanpa mengeluarkan suara yang jelas), bahkan ada yang sambil lipat tangan atau memasukkan tangannya ke dalam saku celana ketika pemimpin pujian mengajak jemaat untuk mengangkat tangan atau bertepuk tangan.

Allah benci kepada roh agamawi. Roh agamawi adalah roh yang kelihatannya rohani tetapi sebenarnya ia tidak rohani. Sepertinya ia beribadah dan melakukan pujian penyembahan kepada Tuhan; tetapi sebenarnya ia tidak beribadah dan ia tidak sedang menyembah Tuhan. Seperti orang Farisi yang melaksanakan ibadahnya hanya untuk memenuhi tuntutan keagamawian mereka semata. Mereka beribadah hanya sekedar rutinitas dan secara liturgy saja.

“Umat-Ku binasa karena tidak berpengetahuan”, kata Tuhan. Kita tidak akan bisa mempersembahkan pujian penyembahan yang benar kepada Tuhan tanpa pengertian yang benar. Alkitab berkata bahwa Allah mencari bukan sembarang penyembah; tetapi yang Allah cari adalah penyembah-penyembah yang menyembah Bapa dalam Roh dan Kebenaran. Adakah kita sudah melakukan pujian dan penyembahan dengan cara yang benar sesuai kehendakNya?

Gereja Karismatik dikenal juga sebagai gereja yang mengalami pergerakan Roh Kudus. Tetapi mari kita mengevaluasi kehidupan kita hari-hari ini, apa benar ketika kita melaksanakan pujian penyembahan, kita merasakan aliran Roh Kudus dan kita merasakan urapan Roh kudus dalam hidup kita? Seringkali tanpa kita sadari, kita justru membatasi manifestasi Roh Kudus dengan sikap, cara dan ekspresi kita di dalam memuji dan menyembah Tuhan.

Banyak orang yang memuji Tuhan dengan sikap cuek (tanpa ekspresi) dan berkata bahwa Tuhan melihat hati bukan melihat cara saya memuji. Hal itu tentu tidaklah benar. Memang benar bahwa banyak ayat-ayat dialkitab yang menyatakan bahwa Tuhan lebih tertari kepada hati kita; sebab hati merupakan dasar awal dimana kita bisa mengekspresikan sesuatu kepada Tuhan. Apa yang ada di dalam hati secara otomatis akan terpancar keluar. Suasana hati yang dingin/suam-suam tidak akan bisa mengekspresikan cinta mereka kepada Tuhan. Tetapi mereka yang haus akan Allah, secara natural akan mengekspresikan cinta dan kerinduan mereka kepada Tuhan melalui sikap/cara menyembahnya yang penuh kesungguhan.

Pujian tanpa ekspresi bukanlah pujian yang sesungguhnya, bukan pujian yang berasal dari hati. Tuhan sedang memulihkan kebenaran tentang pujian, bagaimana memuji Tuhan dengan cara yang benar, yang berasal dari hati dan bukan berasal dari talenta ataupun karunia yang ia miliki. Seorang penyembah yang benar akan mengekspresikan cara memuji dan menyembah yang benar kepada Allah.

MAKNA DARI PUJIAN PENYEMBAHAN

Alkitab dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang terbatas; namun dalam bahasa aslinya (Ibrani) ditunjukkan dengan perbuatan, sikap dan ekspresi. Dan itu bukanlah sekedar ekspresi semata namun ada nilai kebenaran didalamnya sehingga itu akan membantu kita menyembah Tuhan dengan benar.

Dalam alkitab bahasa Ibrani, Pujian Penyembahan dituliskan dalam 7 kata berbeda dengan maknanya masing-masing, yaitu:

1. YADAH, adalah mengangkat kedua tangan sebagai tanda penyerahan dan pengagungan kepada Tuhan.
Mazmur 7:18, Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur (Praise=Yadah) bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi.

Kata “bermazmur” dalam ayat diatas dalam bahasa Ibrani dituliskan dengan kata Yadah, yaitu mengangkat tangan. Saya selidiki di dalam Alkitab ada 160 kali disebutkan tentang mengangkat kedua tangan. Seringkali pemimpin pujian mengatakan mari kita angkat tangan kita, apa maksudnya?
Norsoh, mengangkat tangan tinggi-tinggi kepada Allahnya. Ini adalah salah satu sikap dalam pujian. Jadi pujian bukan hanya di mulut saja, tetapi juga diekspresikan dengan mengangkat tangan. Hal itu dilakukan bukan merupakan suatu liturgy Pantekosta tetapi karena kebenaran yang ada di dalam Alkitab.

Makna mengangkat kedua tangan adalah sebagai tanda penyerahan dan pengagungan kepada Tuhan. Jenis pujian ini merupakan penyataan terima kasih kita kepada Tuhan lewat mengangkat tangan. Ketika kita mengucapkan terima kasih, kita mengangkat tangan kita.

Ada 3 kebenaran dalam mengangkat tangan:
A. Seperti seorang anak yang datang kepada bapanya.
Ketika kita mengangkat tangan, kita digambarkan seperti seorang anak yang berlari datang kepada ayahnya dan menandakan bahwa kita merindukan sentuhan dari Bapa Surgawi. Pujian dengan mengangkat tangan adalah merupakan suatu sikap/ekspresi penyembahan yang menyatakan bahwa Allah adalah Bapa penuh kasih dan kita ingin dipelukNya.

Ada banyak orang yang secara asal-asalan mengangkat tangan tetapi mereka tidak mengerti kebenaran di dalam mengangkat tangan. Ketika mereka sedang mengalami persoalan dan mereka mengangkat tangan maka mereka digambarkan seperti seorang anak yang merindukan kuasa jamahan Tuhan.

Mengapa banyak anak-anak yang memberontak kepada ayahnya? Karena sewaktu kecil ia tidak merasakan pelukan dari ayahnya, ia tidak pernah merasakan sentuhan kasih dari seorang ayah. Begitu pun di dalam kehidupan rohani; ketika kita tidak mengerti kebenaran ini, makanya kita akan sulit merasakan kasih dan sentuhan Kaih Bapa didalam hidup kita. Marilah kita mengangkat tangan seperti seorang anak yang merindukan pelukan dari Bapa Surgawi.

B. Sebagai tanda kita menyerah.
Tanda orang yang menyerah adalah ia mengangkat tangan. Sering kita mendengar bahwa ketika kita mengangkat tangan maka Tuhan yang akan turun tangan. Mungkin kita tidak lagi mampu berkata-kata dengan mulut karena begitu beratnya beban yang kita pikul; namun ketika kita mengangkat kedua tangan, maka Allah tahu bahwa itu merupakan suatu ekspresi dari pujian sehingga Ia akan turun tangan dan menolong kita.

Pujian dengan mengangkat tangan adalah merupakan suatu sikap/ekspresi penyembahan yang menyatakan ketidakmampuan kita dan mengakui kemaha-kuasaan Tuhan.

C. Seperti ke-2 Kerub yang terlentang diatas Tabut Perjanjian.
Tabut perjanjian melambangkan kehadiran Tuhan. Di atas tabut tersebut ada 2 buah kerub yang terlentang, saling berhadap-hadapan. Ketika kita mengangkat tangan seperti ke-2 Kerub yang terlentang diatas tabut dan ditengah-tengahnya terpancar sinar Kemuliaan Tuhan.

Ketika kita mengangkat tangan maka sinar kemuliaan/hadirat Tuhan akan turun ditengah-tengah kita. Walau tidak terlihat secara kasat mata, namun itu adalah suatu kepastian. itulah sebabnya ada perbedaan antara orang yang menyembah dengan ekspresi yang benar dengan orang yang hanya diam atau sekedar mengangkat tangan. Pengertian yang benar tentang pujian penyembahan akanmenghasilkan ekspresi yang benar. Dan hal itu akan sangat membantu kita untuk mengalami keintiman dengan Tuhan.

Ada beberapa orang yang memuji dan menyembah sudah 1 jam tetapi ia tetap merasa kosong; sebab hatinya tidak terbuka/tidak tertuju kepada Tuhan. Mengangkat tangan menunjukkan keseriusan kita kepada Allah dan membuat kita terfokus kepada Tuhan. Perlu kita ketahui bahwa Hadirat Tuhan tidak berhubungan dengan lagu. Sekalipun lagu itu adalah lagu lama dan sederhana, namun bila hati kita terfokus kepadaNya maka kita akan mengalami lawatanNya.

2. TOWDA (korban ucapan syukur)
Mazmur 100:4, Masuklah melalui pintu gerbang-Nya dengan nyanyian syukur, ke dalam pelataran-Nya dengan puji-pujian (praise=towda), bersyukurlah kepada-Nya dan pujilah nama-Nya!

Kata puji-pujian yang disini adalah Towda. Kata Towda berarti pernyataan pujian sebagai tanda kita setuju dan mengamini apa yang Tuhan telah perbuat atau apa yang akan diperbuatNya di dalam hidup kita. Kata ini umumnya berkaitan dengan korban, kata ini juga dikaitkan dengan Korban ucapan syukur.

Jenis pujian sebagai korban itu sangat sakit dan sulit untuk kita terima apalagi ketika kita sedang mengalami masalah. Namun kita harus tetap memuji Tuhan sebab apapun keputusanNya, Dia tetap Allah yang baik bagi kita. Kita menyetujui apa yang Dia buat walaupun kita tidak mengerti bahkan kita tidak bisa menerima apa yang sedang terjadi dalam hidup kita. Sama seperti Abraham; ketika Tuhan menyuruhnya untuk mempersembahkan anaknya, ia menyatakan suatu sikap penyembahan dan pujian lewat ketaatannya. Itulah pujian yang tertinggi, yaitu ketaatan kita.

Sebenarnya, Kata penyembahan pertama kali muncul adalah lewat peristiwa Abraham (Kejadian 22) ketika ia mengatakan kepada bujangnya itu: “Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang”. Kata sembahyang disini berarti menyembah (worship). Penyembahan itu diidentikkan dengan korban, yaitu: anaknya yang harus ia persembahkan kepada Allah. Secara logika, kita tidak dapat menerima hal semacam ini, namun ketika kita mengekspresikannya dengan pujian yang benar sebagai korban maka Allah yang akan membela kita. Pada akhirnya, Allah tidak mengambil anaknya namun yang Tuhan ingin lihat adalah hatinya yang tunduk secara total pada kedaulatan Tuhan. Sikap Abraham yang bersedia untuk menyetujui keputusan Allah sekalipun ia tidak mengerti itulah yang membuat Allah tertarik kepadanya dan bangga disebut sebagai Allah Abraham.

Pada umumnya kita berkata bahwa kita sulit untuk menyembah Tuhan dalam kondisi sedang mengalami masalah yang berat. Tetapi Tuhan memberikan jenis pujian ini supaya kita tetap dapat menyembahNya sekalipun berada dalam keadaan yang tidak mengenakkan. Kita haruslah berprinsip bahwa tidak ada lasan bagi kita untuk tidak menyembahNya; bahkan masalah seberat apapun tidak akan menghalangi kita untuk menyembahNya.

Dalam situsi-situasi dimana Anda sedang mengalami hal yang kurang baik, mungkin Anda merasa dirugikan/disakiti/ditolak dan diperlakukan tidak adil; maka dalam keadaan-keadaaan seperti itu – persembahkanlah tauda bagi Tuhan. Jangan mengeluh atau melakukan hal yang kurang patut; sebab towda adalah pujian penyembahan yang sangat mahal – karena tauda lahir dari suatu korban.

3. HALAL,
Mazmur 22 : 23 , Aku akan memasyhurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji (praise=halal) Engkau di tengah-tengah jemaah

merupakan akar kata dari Haleluyah (Halal=Yahweh) diartikan sebagai Puji Tuhan.
Halal artinya adalah memuji, memancarkan, bercahaya, mengungkapkan dengan bangga atau mengekspresikan pujian penyembahan kepada Tuhan sebagai orang bodoh (foolish).

Ketika kita mengatakan Haleluyah terpancar suatu sinar yang tidak kelihatan oleh mata kita, tetapi dialam Roh. Itulah sebabnya iblis tidak menyukai orang yang memuji menyembah Tuhan sebab hal itu bisa menghancurkan pekerjaan iblis.

4. SHABACH,
Mazmur 117:1, Pujilah (praise=shabach) TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah (praise=shabach) Dia, hai segala suku bangsa!

Makna pujian didalam ayat tersebut adalah shabach, yang berarti bersorak dengan suara yang nyaring, dengan tidak merasa malu untuk menyatakan kemenangan, kemuliaan, anugrah dan kasih Allah. Jenis pujian ini sudah mulai hilang dari Gereja karena sebagian besar dari jemaat takut/malu untuk mengekspresikan pujian ini padahal kuasa dari bersorak sangatlah luar biasa; seperti yang dilakukan oleh bangsa Israel yang pada saat mereka bersorak sehingga bangsa Filistin menjadi takut dan gemetar (I Tawarikh 14). Dan juga pada ada waktu ketika bangsa Israel meruntuhkan tembok Yerikho dengan bersorak pada hari ke-7 (Yosua 6).

Ketika pemimpin pujian menyerukan agar kita bersorak-sorai maka hal itu bukanlah tanpa alasan, sebab dengan bersorak juga kita sedang meruntuhkan segala roh-roh jahat yang ada diudara.

5. BARAK
Mazmur 72:15, Hiduplah ia! Kiranya dipersembahkan kepadanya emas Syeba! Kiranya ia didoakan senantiasa, dan diberkati (praise=barak) sepanjang hari!

Barak berarti sujud bertelut memberikan penghormatan kepada Allah. jenis pujian ini berkaitan dengan penghormatan kepada Allah. Seberapa besar kita menghormati Tuhan terlihat dari seberapa besar kita mengekspresikan pujian kita kepada Allah.

Penghormatan bukan hanya ditunjukkan dalam mendengarkan Firman Tuhan, namun juga ketika kita memuji dan menyembah Tuhan dengan cara yang benar. Sebab Tuhan hadir bukan hanya ketika Firman Tuhan diberitakan; bahkan sebelum ibadah dimulai Tuhan sudah ada. IA maha hadir tetapi IA hanya menyatakan diriNya di tempat-tempat tertentu; yaitu dimana ada pujian penyembahan kepadaNya.

6. ZAMAR
Mazmur 57:8, Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur (praise=Zamar).

yang berarti bernyanyi dengan alat musik mengiringi nyanyian pujian, bermazmur dan menyanyikan nubuatan dengan diiringi kecapi.

7. TEHILLAH
Mazmur 22:4, Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian (praise=tehillah) orang Israel.

Kata Tehillah berarti memuliakan Allah dengan lagu spontanitas dan menanti-nantikan Tuhan untuk mendapat tuntunan-Nya dan diartikan juga sebagai nyanyian yang dilahirkan oleh Roh Kudus untuk memberkati Tuhan.

Pujian ini hampir sama dengan bermazmur. Ketika anda sedang bingung menghadapi masalah, belajarlah untuk mengeluarkan pujian dari hati yang terdalam untuk menyenangkan hati Tuhan.

Persembahkanlah pujian penyembahan kepada Tuhan dengan takut dan gentar akan Tuhan.

Yesaya 1:13
Jangan lagi membawa persembahanmu yang tidak sungguh, sebab baunya adalah kejijikan bagi-Ku. Kalau kamu merayakan bulan baru dan sabat atau mengadakan pertemuan-pertemuan, Aku tidak tahan melihatnya, karena perayaanmu itu penuh kejahatan.

Selamat mengalami terobosan di dalam pujian penyembahan kepada Tuhan. Tuhan Yesus memberkati.

Enter Google AdSense Code Here

Comments

Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!





Page optimized by WP Minify