Elia adalah seorang nabi yang dipakai Tuhan dengan luar biasa dan terkenal dengan doanya yang menurunkan api dari langit serta beberapa mujizat besar lainnya. Tetapi orang yang akan kita pelajari ini telah melakukan hal yang lebih dahsyat dari Elia. Kalau Elia membangkitkan orang mati 1 kali, ia membangkitkan 2 kali. Kalau Elia melakukan mujizat tertentu sebanyak 1 kali, maka orang ini melakukan double porsi. Orang itu bernama Elisa, murid dari Elia.
Karena janji-Nya kepada Abraham, Allah tidak bisa membiarkan orang Israel terus menyimbang dari jalan Tuhan dan binasa. Itulah sebabnya ketika bangsa Israel murtad dan berpaling dari Allah, maka Allah pasti membangkitkan seseorang untuk dapat menyuarakan isi hati Allah dan membawa umat-Nya kembali kepada Allah untuk menghadapi kekerasan hati bangsa Israel, Tuhan mengutus orang yang spesial. Dan orang itu salah satunya adalah Elisa.
Yang menjadi pertanyaan penting mengapa Elisa dipilih oleh Allah? Mengapa Elisa begitu istimewa sehingga Allah menjatuhkan pilihan atasnya untuk melakukan perkara-perkara yang besar dengan urapan yang 2 kali lipat. Marilah kita temukan jawabannya.
I Raja-raja 19:19-21, 19 Setelah Elia pergi dari sana, ia bertemu dengan Elisa bin Safat yang sedang membajak dengan dua belas pasang lembu, sedang ia sendiri mengemudikan yang kedua belas. Ketika Elia lalu dari dekatnya, ia melemparkan jubahnya kepadanya. 20 Lalu Elisa meninggalkan lembu itu dan berlari mengikuti Elia, katanya: “Biarkanlah aku mencium ayahku dan ibuku dahulu, lalu aku akan mengikuti engkau.” Jawabnya kepadanya: “Baiklah, pulang dahulu, dan ingatlah apa yang telah kuperbuat kepadamu.” 21 Lalu berbaliklah ia dari pada Elia, ia mengambil pasangan lembu itu, menyembelihnya dan memasak dagingnya dengan bajak lembu itu sebagai kayu api; ia memberikan daging itu kepada orang-orangnya, kemudian makanlah mereka. Sesudah itu bersiaplah ia, lalu mengikuti Elia dan menjadi pelayannya.
Ada 3 hal yang membuat Elisa menjadi istimewa, yaitu:
1. Elisa adalah pribadi yang tidak bisa ditaklukkan oleh kesulitan.
Proses Elisa menjadi murid Elia adalah sebuah proses kehidupan anak Tuhan yang menarik dan menantang. Ketika Elia menemui Elisa, Elisa sedang membajak dan ketika ia sedang membajak, Alkitab memberikan catatan yang penting bahwa Elisa sedang membajak dengan 12 pasang lembu dan ia mengemudikan yang ke-12.
Orang Israel mempunyai kebiasaan kalau petani membajak ladang, mereka biasa membajak dengan sepasang lembu atau sapi. Biasanya yang dipasangkan adalah lembu tua dan lembu muda supaya lembu atau sapi muda belajar dari yang tua dan keduanya dipersatukan dengan mata bajak. Tetapi yang luar biasa ketika Elisa ditemukan oleh Elia, Elisa sedang membajak dengan 12 pasang lembu, inilah keistimewaan Elisa. Orang lain membajak dengan sepasang lembu sedangkan ia membajak dengan 12 pasang lembu sekaligus.
Mengapa Elisa melakukan hal yang tidak biasa ini? Kemungkinan tanah yang ia olah adalah tanah warisan yang orang lain sudah tidak mau mengerjakannya sebab mereka rasa tanah ini adalah tanah yang keras, tandus, tanah yang tidak produktif dan tidak mengadung kesuburan apapun juga. Mereka sudah coba mengolahnya, membajaknya seperti orang lain membajak yaitu dengan sepasang lembu akan tetapi tanah itu tetap keras dan tidak gembur.
Semua orang sudah mengangkat tangan dan menyerah untuk mengusahakan tanah ini, tetapi Elisa tidaklah demikian. Inilah yang membuat Elisa menjadi pribadi yang istimewa yaitu ia tidak mau ditaklukkan oleh masalah/tantangan hidup. Ketika ia tidak berhasil dengan sepasang lembu, ia tidak mau menyerah. Ia tidak habis akal dan tidak mau berputus asa. Ia menambah lembunya menjadi 2 pasang. Dan ketika masih belum berhasil, ia terus mencoba dan menambah lembu hingga 12 pasang lembu. Elisa tidak mau berhenti berjuang sampai ia mencapai keberhasilan.
Seseorang tidak akan bisa menjadi Gereja yang berdampak bila ia adalah pribadi yang cengeng dan pengecut. Begitu ada masalah, ia segera lari meninggalkan pelayanan dan tempat penggembalaannya. Jika Anda ingin menjadi jawaban atas masalah orang lain, Anda harus menjadi penakluk kesulitan. Anda jangan menjadi orang Kristen yang mudah patah semangat. Bila Anda tidak berhasil membajak tanah kehidupanmu dengan sepasang lembu, maka cobalah dengan 12 pasang lembu
Ketika Elisa menemukan kesulitan, dia tidak berkata: ”Stop atau menyerah”. Dalam hidup Elisa tidak ada GIVE UP/menyerah dan tidak ada kata berhenti menghadapi kesulitan apapun juga. Dunia harus menemukan Anda sebagai seseorang yang begitu kuat dalam menghadapi problem/masalah. Sebab bagaimana mungkin Anda bisa memberi solusi atas masalah mereka kalau Anda sendiri gampang dikalahkan oleh masalah.
Jadilah pribadi yang kuat yang bisa menaklukkan problem dan masalah sebesar apapun yang ada di depan Anda. Jangan lari dari masalah dan jangan mudah menyerah terhadap masalah/tantangan hidup.
Elisa adalah orang yang tidak mau dikalahkan dengan kesulitan hidup. Ia adalah orang yang terbiasa menaklukkan masalah sebab ia adalah orang yang tekun. Ketekunanlah yang membuat Elisa mampu mengatasi segala kesulitan yang dihadapi.
Kalau Anda berkata bahwa: Anda sudah berdoa selama 5 tahun dan sepertinya tetap mendapat jalan buntu/belum mendapat jawaban. Maka jangan pernah berhenti bergumul, jangan pernah berhenti berdoa, mungkin Anda harus pasang lembu yang ke-12.
Suatu ketika saya dan 8 orang teman saya mendaki gunung Merapi. Namun baru saja kami berjalan, tiba-tiba seorang teman saya terkilir kakinya. Setelah kami periksa, ternyata ada sedikit pembengkakan. Kami pun menyarankan agar teman ini istirahat saja dan tidak usah melanjutkan pendakian bersama kami. Tetapi ia menolak untuk menyerah dan ia berkata: ” asalkan kalian tidak meninggalkanku, maka saya akan tiba dipuncak”. Dan setelah kami berjanji untuk tidak meninggalkannya maka kamipun melanjutkan perjalanan.
Saya terkesan dengan sikap tidak mudah menyerah yang ia tunjukkan. Dan sekalipun ia selalu berjalan paling belakang namun ia dapat tiba dipuncak bersama-sama dengan kami menikmati kemenangan.
Saya terinspirasi, dan diberkati karena ketekunan serta kegigihannya menaklukkan kesulitan dan tantangan. Bahkan untuk mencapai puncak gunung kehidupannya ia tidak peduli kakinya keseleo, dia tetap naik walaupun orang lain berkata: “stop, berhentilah! Engkau pasti tidak sanggup.” Tetapi ia berkata tidak, dia tidak pernah mengenal kata menyerah walaupun ia harus berjalan agak lambat karena keterbatasannya, namun kelemahan itu tidak membatalkan penggenapan mimpi/visinya. Ia tetap tekun sampai mimpinya menjadi kenyataan.
Sayangnya masih begitu banyak orang Kristen yang cengeng dan pengecut dalam menghadapi masalah. Ketika ada benturan sedikit dengan sesama pelayan, ia mudah marah. Teladanilah kehidupan Elisa yang tidak mau ditaklukkan oleh masalah dan tantangan hidupnya.
Tuhan rindu menemukan orang-orang Kristen dengan kualitas seperti ini. Orang-orang yang berkata kepada masalah: “aku akan taklukkan engkau berapapun harga yang harus aku bayar”. Jika Anda memiliki kualitas hidup seperti ini, maka Anda dapat menjadi jawaban bagi dunia.
Mereka akan datang kepada Anda untuk meminta nasehat Anda bagi permasalahan hidup mereka. Tetapi jika Anda cengeng atau pengecut terhadap masalah yang sedang anda hadapi, jangan pernah harap dunia atau kota ini diberkati oleh hidup Anda. Dunia membutuhkan Gereja yang kuat, oleh sebab itu jadilah pribadi yang tangguh.
Kalau pemimpinmu mempercayakan satu bidang pelayanan kepada Anda, jangan menolak tetapi terimalah kepercayaan itu dan setialah untuk melakukan yang terbaik. Kalaupun ada masalah dalam tantangan, maka Anda dapat berkata: ”saya akan hadapi dan menyelesaikannya”.
Pelayanan yang kita terima akan membawa kita masuk ke dalam tantangan yang sesungguhnya dan itulah yang akan mendewasakan kita sehingga akan membuat kita menjadi orang Kristen yang tangguh dan Anda akan dibawa Tuhan menjadi orang yang tidak Egois bahkan kita akan menjadi jawaban bagi orang lain.
2. Elisa adalah pribadi yang menghormati otoritasnya (ayat 20).
Elia dikenal sebagai nabi yang terbesar pada zaman itu. Alkitab menyebutkan minimal ada 50 nabi pada zaman itu, namun mereka tidak memiliki kualitas/selevel dengan Elia. Jadi jika ada orang dijadikan murid oleh Elia, maka itu merupakan suatu kebanggaan yang besar dan sebuah penghargaan. Ketika Elia menjatuhkan pilihan kepada Elisa, hal itu merupakan suatu hal yang luar biasa. Tetapi perhatikanlah apa yang diucapkan oleh Elisa ketika ia menanggapi panggilan Elia. Kalimat yang pertama ia ucapkan adalah ijinkan aku mencium ayahku dan ibuku lebih dahulu”.
Elisa tahu kalau ia menjadi pelayan Elia, otoritas hidupnya bukan lagi orang tuanya, tetapi Elia. Itulah sebabnya, sebelum semua itu terjadi, ia ingin berpamitan kepada orang tuanya. Tindakan ini mengungkapkan pribadi Elisa yang menghormati otoritasnya (orang tua). Justru secara tidak langsung lewat perkataannya yang ingin mencium orang tuanya ia memberitahukan kepada Elia bahwa ia mempunyai otoritas. Dan sebelum pergi dengan Elia, ia ingin menunjukkan penghormatan dan ucapan terima kasihnya kepada mereka, Elia pun mengijinkan Elisa untuk pulang lebih dahulu.
Dirumah Anda ada otoritas yang harus Anda hormati, anak-anak hormat kepada orang tua sebagai otoritas, istri tunduk kepada otoritas suami dan suami tunduk kepada otoritas Kristus. Kalau anda karyawan anda harus tunduk kepada manajer/bos anda. Dan kalau anda seorang jemaat, anda harus tunduk kepada pemimpin-pemimpin yang Tuhan tetapkan diatas Anda selain kepada Gembala sidang.
Kadang-kadang saya sedih dengan orang Kristen yang tidak mau tunduk pada manusia, maunya langsung tunduk kepada Tuhan. Orang seperti ini tidak mengerti Alkitab karena Alkitab mengajarkan tentang otoritas. Ada otoritas Tuhan, namun ada juga otoritas manusia. Tuhan mendelegasikan otoritas-Nya kepada manusia dan kita harus belajar untuk menghormati otoritas yang ada di atas kita.
Pemimpin Anda bukan manusia yang sempurna, bahkan Gembala sidang Anda juga bukan pemimpin yang sempurna. Tetapi jika Anda menghormati otoritas maka Anda ada didalam payung rohani perlindungan Tuhan.
Bagi anak-anak muda, kalau engaku sudah terjun didalam pelayanan dan sudah menjadi pelayan yang sungguh-sungguh, jangan pernah engkau merendahkan orang tuamu walaupun mereka belum beriman sepertimu. Hormati mereka, jangan membentak. Sebab ketika engkau memberi diri berada dibawah perlindungan mereka, maka engkau sedang memberi dirimu ada didalam payung perlindungan Tuhan.
Elisa tahu bahwa dia tidak boleh keluar dari yang namanya otoritas. Dia datang kepada orang tuanya sebagai otoritasnya untuk berpamitan sebab setelah itu ia akan menjadi pelayan Elia dan akan muncul sebagai nabi dengan urapan yang double.
3. Elisa adalah pribadi yang menutup semua pintu belakang (ayat 21).
Ketika Elisa akan menjadi murid Elia, Elisa membuat pesta perpisahan dengan pekerja-pekerjanya. Yang menarik adalah Elisa membuat pesta perpisahan dengan cara yang luar biasa, yaitu: dengan menyembelih semua lembunya dan menjadikan bajaknya sebagai kayu api.
Mengapakah Elisa melakukan hal demikian? Bukankah ia bisa menyewakan lembu-lembu dan bajaknya kepada orang lain? Ternyata Elisa mempunyai alasan yang kuat mengapa ia melakukan hal yang demikian. Elisa tahu bahwa ketika ia mengikuti Elia maka ia akan bertemu dengan jalan yang tidak mudah, ia akan menemukan banyak tantangan yang besar dan Elisa tahu ada kemungkinan ia tidak tahan dan ingin kembali kepada hidupnya yang lama.
Itulah sebabnya, sebelum hal itu terjadi, ia menutup semua pintu supaya tidak ada jalan untuk kembali lagi. Lembu yang ia gunakan untuk membajak ia sembelih satu per satu dan bajaknya ia bakar. Elisa meninggalkan hidup yang lama dan menutup semua pintu hingga ia tidak bisa kembali lagi kepada pekerjaanya yang lama.
Bandingkanlah dengan Petrus, seorang nelayan yang ketika Yesus memanggil dia, ia tidak menjual perahunya sehingga ketika Yesus meninggal ia kembali kepada kehidupan lamanya sebagai nelayan. Sedangkan ketika Elisa mengikuti panggilan Elia, hal yang ia lakukan pertama kali adalah ia menutup semua pintu yang memungkinkan ia kembali lagi kepada pekerjaanya yang lama.
Elisa ketika menemui tantangan kadang ia ingin untuk kembali kepada kehidupan lamanya. Apalagi menghadapi didikan Elia yang sangat keras namun ketika ia menengok kebelakang, ia sadar bahwa ia tidak bisa mundur lagi sebab semua pintu sudah ditutup. Elisa membuat situasinya ”bukan maju kena, mundur apalagi”. Namun ia membuat situasi ”maju terus mundur tidak bisa”. Elisa hidup radikal 100% di dalam panggilan Tuhan.
Tuhan menyertai Anda. Amin!
Related posts:


Wall RSS Feed