Membangun Gaya Hidup Kristus
January 20, 2010 by Pdt. Paulus Yedid Yah |
Suatu kali seorang hamba Tuhan berkata bahwa ada suatu pertanyaan yang selalu terngiang-ngiang di dalam hatinya yaitu: Apakah Gereja atau pelayanan yang beliau bangun sudah sesuai dengan yang Tuhan ingin bangun atau tidak?” Pertanyaan seperti ini adalah suatu pertanyaan yang baik untuk dipertanyakan dalam hidup kita masing-masing: “Apakah kita membangun pelayanan/hidup/rumah tangga/bisnis sesuai dengan yang Tuhan mau bangun?”
Untuk mengetahui apakah kita sedang membangun kehidupan seperti yang Yesus inginkan, maka kita perlu mengetahui seperti apakah kehidupan yang telah Yesus bangun selama IA hidup dan melayani di muka bumi ini.
I. YESUS BERFOKUS KEPADA MANUSIA
Bila kita membaca Lukas 6:12-13, Lukas 10:1 dan I Korintus 15:6-7 maka kita akan dapati bahwa jumlah murid yang dihasilkan Yesus bukanlah 12 orang, tetapi lebih dari 500 orang. Ya, selama pelayananNya, Yesus selalu membangun kualitas murid.
Dalam pelayananNya, Yesus telah melakukan banyak mujizat besar dan melalui tanda-tanda heran yang melalui semua itu banyak orang mengikutiNya. Namun tanda-tanda ajaib yang dibuatNya itu bukanlah menjadi fokus hidup Yesus. Tetapi yang menjadi focus hidupNya adalah bagaimana menjadikan mereka sebagai pribadi dengan kualitas murid. Jadi fokus pelayanan Yesus adalah kepada manusia/jiwa-jiwa; dan bukan pada metode/program atau acara. Metode yang digunakanNya kadang berubah-ubah, tetapi apapun bentuknya, fokus pelayanan Yesus selalu kepada manusia/jiwa-jiwa.
Hal ini berbeda dengan orang Farisi dan ahli Taurat yang berfokus kepada aturan/hukum. Bagi mereka menjaga aturan/hokum lebih penting ketimbang menolong orang lain/berbuat kebaikan. Itulah sebabnya mereka selalu menolak Yesus.
Markus 3:2
Mereka mengamat-amati Yesus, kalau-kalau Ia menyembuhkan orang itu pada hari Sabat, supaya mereka dapat mempersalahkan Dia.
Orang Farisi dan ahli Taurat yang sangat terikat dengan Yudaism mereka, mereka sangat mengkramatkan hari Sabat sehingga lebih memilih untuk tidak berbuat kebaikan demi menjaga aturan hari Sabat. Itulah sebabnya mereka selalu menentang dan menolak Yesus. (Markus 3:2,4, Lukas 13:14-15). Tetapi Yesus yang fokusnya adalah manusia berkata: “Hari Sabat diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk hari Sabat,” (Markus 2:27) dan “Bukankah manusia jauh lebih berharga dari pada domba? Karena itu boleh berbuat baik pada hari Sabat.” (Matius 12:12). Bagi Allah, keselamatan manusia jauh lebih berharga ketimbang kekuatan hukum/aturan. Itulah sebabnya alkitab menuliskan bahwa ketika ada satu orang bertobat dan diselamatkan maka seluruh surge bersukacita.
Dalam Yohanes 5:1-18, Lukas 6:1-5,6-11, Yohanes 1:9-16, diceritakan bagaimana Yesus segera menjawab kebutuhan mereka (menyembuhkannya) sekalipun pada waktu itu adalah hari Sabat. Orang Farisi dan ahli Taurat lebih memilih tidak melakukan apa-apa untuk menjaga hari Sabat daripada menolong/menjawab kebutuhan orang lain sesegera mungkin.
Sangat disayangkan bahwa masih banyak orang Kristen yang membangun pelayanan dan kehidupan mereka tidak seperti yang Yesus bangun. Fokus mereka bukanlah manusia/jiwa-jiwa, tetapi fokus mereka adalah program/acara. Itulah sebabnya mereka lebih suka meluangkan banyak waktu untuk duduk dan mendiskusikan tentang program dan kegiatan/acara yang ingin mereka laksanakan, ketimbang untuk memikirkan pertumbuhan jemaat/menghasilkan murid. Adalah baik bila kita selalu bertanya, “Kapan terkhir kali saya menghasilkan murid?“. Tingkatkanlah kualitas pelayanan Anda dengan berfokus kepada jiwa-jiwa.
Adapula orang Kristen yang membangun keluarga mereka tidak berfokus kepada manusia. Ada yang berfokus kepada aturan, nama baik, kesuksesan dalam pendidikan dan lain-lain. Itulah sebabnya mereka mendidik keluarganya dengan cara yang keras dan tega dalam memberi sanksi/hukuman yang sangat berat kepada anggota keluarga yang melakukan kekeliruan. Aturan dan pendisiplinan adalah baik bila disertai dengan Kasih. Tetapi tanpa Kasih maka semuanya itu akan menjadi seperti bom waktu yang akan memporak-porandakan apa yang telah anda bangun.
Ada juga orang Kristen yang membangun bisnis mereka dengan lebih berfokus kepada uang. Itulah sebabnya mengapa mereka tega untuk menggaji karyawan dengan serendah-rendahnya demi supaya perusahaan mereka mendapat untung sebanyak-banyaknya. Sangat berbeda dengan Tuhan Yesus yang sukacitaNya bukanlah keuntungan secara materi, tetapi bila orang lain beroleh berkat melalui hidupNya (2 Korintus 8:9).
Sebagai murid Yesus, kitapun harus memiliki fokus yang sama dengan-Nya. Orang yang fokusnya manusia, hidupnya akan memperkaya orang lain. Bukankah Allah telah berfirman bahwa kita diberkati agar kita dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Kiranya melalui hidup Anda, taraf hidup orang lain boleh terangkat.
Sudahkah anda memperkaya orang lain? Yesus telah memberi teladan kepada kita. Ia yang kaya rela menjadi miskin supaya kita dapat menjadi kaya. Hidup memperkaya orang lain, tidak selalu bercerita tentang materi. Ketika ada orang lain yang dalam kesulitan, kita datang dengan perhatian, perkataan yang menghibur dan menguatkan, maka itu sudah memperkaya orang lain. Membagi ilmu pengetahuan juga adalah tindakan memperkaya orang lain. Jangan kita menjadi orang kikir, sebab kepada yang memberi akan diberi oleh Tuhan (Lukas 6:38).
Janganlah kita membangun KeKristenan kita dengan berfokus kepada mujizat/berkat dan tanda-tanda heran. Tetapi bangunlah KeKristenan kita dengan fokus yang Tuhan kehendaki. Sebab Ia telah berfirman: “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu, dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Lukas 10:27)
II. Gaya Hidup Yesus: Membangun kehidupan roh yang berbeda dengan roh yang menguasai daerah dimana kita ada.
Ketika Yesus naik Ke Surga, Ia tidak meninggalkan fasilitas apapun. Tetapi yang Yesus wariskan adalah suatu GAYA HIDUP yang bila orang Kristen menghidupinya maka dunia akan dimenangkan bagi Kristus.
Matius 5:39-44,
39 Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. 40 Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. 41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. 42 Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu. 43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. 44Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Inilah gaya hidup yang Kristus yaitu membangun kehidupan roh yang berlawanan dengan roh yang menguasai daerah tersebut.
Ketika Gereja mewarisi gaya hidup yang demikian maka dunia akan dimenangkan. Gaya hidup Yesus sebenarnya adalah prinsip peperangan rohani. Banyak orang Kristen tidak mengerti prinsip peperangan rohani. Mereka tahunya peperangan rohani adalah doa keliling. Itu bukanlah prinsip, namun hanya berupa sebuah metode atau cara peperangan rohani. Tetapi prinsip peperangan rohani bukanlah seperti itu. Prinsip peperangan rohani adalah membangun suatu roh yang berlawanan dengan roh yang sedang berkuasa di daerah itu.
Misalnya, bila Anda tinggal disuatu tempat/daerah yang disitu banyak terjadi perceraian dan perselingkuhan. Anda tidak bisa mengalahkan roh perceraian dan perselingkuhan itu hanya dengan doa keliling/doa peperangan. Cara yang efektif adalah dengan membangun gaya hidup Yesus yaitu membangun kehidupan yang berbeda dengan keadaan di daerah tersebut. Ketika Anda membangun gaya hidup kekudusan (gaya hidup Yesus – kekudusan), maka Anda sedang melakukan peperangan rohani. Ketika suami-istri memegang komitmennya untuk tidak menjadi pengkhianat bagi perjanjian pernikahannya, Anda tidak akan membiarkan orang lain mengisi hatimu kecuali istri/suamimu, maka ketika Anda membangun gaya hidup kudus seperti itu, ketika Anda berkomitmen tidak ada hal-hal yang berbau najis dan cabul, tidak ada film porno di dalam rumah tanggamu, Anda membangun keluarga Anda dengan kekudusan, maka sesungguhnya Anda sedang menaklukkan kuasa perceraian itu, Anda sedang mematahkan roh perselingkuhan itu. Itulah prinsip peperangan rohani.
Jadi jika ada orang yang sedang doa keliling lalu berdoa – menengking dan mencoba mematahkan roh perceraian itu tetapi tidak menjaga kekudusan pernikahannya maka peperangan rohani itu tidak ada gunanya. Doa keliling itu tidak berguna bila ia sendiri masih berselingkuhdan masih terikat dengan pornografi.
Kalau didaerah anda sedang terikat oleh roh materialistic, semua orang berlomba-lomba untuk mengejar kekayaan bagi diri sendiri dan tidak memperdulikan orang lain, maka lakukanlah prinsip peperangan rohani dengan cara: “jadilah anak Tuhan yang berbagi, berkati kota ini dengan uang anda dan bantu orang-orang yang berkekurangan”. Pada saat Anda membangun gaya hidup Yesus – memberi, maka sesungguhnya Anda sedang mematahkan roh materialistic atas kota ini.
Jika Anda bekerja sebagai karyawan dan karyawan diperusahaan itu tidak ada yang disiplin. Mereka biasa masuk kerja dengan mencuri waktu, maka Anda janganlah mempunyai gaya hidup seperti mereka. Masuklah kantor dengan on time, bahkan sebelum jam kerja Anda sudah datang. Ketika anda sedang membangun disiplin seperti itu, gaya hidup seperti itu, sesungguhnya anda sedang melakukan prinsip peperangan rohani. Ketika Anda melakukan prinsip itu, Anda sedang menghidupinya.
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “kalau engkau mengasihi orang yang juga mengasihimu dan berbuat kebaikan hanya kepada orang yang juga baik kepadamu, maka apakah lebihmu dari orang Farisi? Engkau selevel dengan orang Farisi. Firman Tuhan berkata bahwa kekristenan kita harus melebihi keKristenan orang Farisi (Matius 5:20).
Kalau kita hanya baik kepada orang yang baik kepada kita tetapi kita juga ikut membenci orang yang membenci dan memusuhi kita, level kita sama dengan orang Farisi, tidak lebih dari keagamawian orang Farisi. Yesus memberikan sebuah teladan, sebuah gaya hidup yang berlawanan dengan gaya hidup orang dunia.
Janganlah kita meneladani pebisnis dunia yang tega menekan karyawan dengan gaji yang serendah-rendahnya supaya mereka bisa untung sebesar-besarnya. Lakukanlah gaya hidup Kristus, angkat taraf hidup mereka supaya mereka tahu bahwa yang memberkati mereka adalah orang Kristen.
Matius 5:5 Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi.
Syarat untuk memiliki bumi adalah orang yang lemah lembut. Lemah lembut adalah sebuah kekuatan untuk menaklukkan dan memiliki bumi ini. Lemah lembut berarti mudah menyerahkan hak.
Semua orang cenderung untuk mempertahankan haknya, tetapi hanya Tuhan yang berkata “serahkan hakmu!”. Yesus telah memberi teladan yaitu ketika Ia dibawa seperti domba yang dibawa ketempat pembantaian, tidak ada sedikitpun kata yang keluar dari mulut-Nya, Ia tidak membela diri. Dia tidak bersalah namun Ia dipersalahkan, Ia tidak pernah berdosa namun Ia dijadikan dosa karana kita. Dan Yesus tidak menggunakan hak-Nya. Dia adalah orang yang lemah lembut. Yesus berkata bahwa: “belajarlah kepadaKu karena Aku lemah lembut dan rendah hati”.
Orang yang mudah menyerahkan hak adalah orang yang lemah lembut dan merekalah yang akan mewarisi bumi.
Bangunlah kehidupan Anda dengan berfokus kepada jiwa-jiwa dan bercirikan gaya hidup Allah sehingga kehidupan Anda menjadi maksimal dihadapan Tuhan. Tuhan memberkati Anda, Amin.


Wall RSS Feed
Comments
Feel free to leave a comment...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!