K U A S A
Dalam kitab Kejadian telah dituliskan bahwa pada mulanya Allah telah memberikan kuasa/otoritas atas bumi kepada manusia (Adam dan Hawa), dengan maksud agar manusia dapat mengusahakan bumi dengan baik. Namun, sayang bahwa mereka tidak dapat mempertahankan kuasa/otoritas itu dengan baik.
Kejadian 1:26
Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.”
Iblis menginginkan otoritas yang ada pada Adam dan Hawa. Bagaimana caranya? Dengan mengadakan pertukaran. Kekuasaan itu ditukar dengan buah terlarang. Ketika manusia menerima perkataan iblis untuk memakan buah terlarang, maka secara otomatis manusia menyerahkan otoritas/kuasanya kepada iblis.
Ketika Adam dan Hawa masih memegang otoritas, bumi menjadi aman. Tidak ada bencana alam. Tetapi sejak iblis mengambil alih kekuasaan itu, bumi menjadi kacau. Terjadi musibah dan bencana di mana-mana.
Lukas 4:5-7
5Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6Kata Iblis kepada-Nya: “Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki. 7Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.”
Kata “segala kuasa serta kemuliaannya” menggambarkan bahwa kuasa itu yang ada pada iblis sangatlah besar. Dari manakah kuasa itu? Kuasa itu dicuri iblis dari Adam (Adam mendapatkannya dari Allah – Kejadian 1). Mengapa Adam bisa kehilangan kuasa? Karena tidak hati-hati. Adam dan hawa telah terperdaya oleh tipu muslihat iblis sehingga mereka mengikuti/mentaati perkataan iblis. Sejak saat itulah manusia kehilangan kuasa yang telah Allah berikan kepadanya.
Dalam Lukas 4 inipun iblis hendak memperdaya Tuhan Yesus. Iblis membujuk Tuhan Yesus dengan menawarkan kuasa yang telah diperolehnya itu. Dengan cara apa? Dengan cara menyembah. Iblis berkata kepada Yesus; “Jadi jikalau Engkau (Yesus) menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.” Kali ini pun, iblis ingin mengadakan pertukaran dengan Yesus. Iblis menawarkan segala kuasa dan kemuliaan di bumi ditukar dengan penyembahan.
Sesungguhnya tipu mulihat iblis ini masih berjalan hingga kini. Ada banyak orang yang telah terperdaya olehnya. Iblis menawarkan kekayaan, kemolekan dan kehormatan dunia kepada siapa saja yang bersedia menyembahnya. Dan anehnya bahwa ada saja orang Kristen yang terpikat oleh tipuan iblis ini. Mereka meminta kesembuhan, kekuasaan dan harta dengan pergi ke gunung Kawi atau ke dukun/paranormal. Tindakan manusia pergi ke sana dan melakukan ritual-ritual sebagai persyaratan untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan adalah penyembahan kepada iblis. Iblis bersedia memberikan kuasa dan kemuliaan dunia ini kepada siapa saja yang bersedia menyembahnya. Tipu muslihat apakah yang terkadung dalam tawaran iblis ini? Mengapa iblis menginginkan penyembahan itu? Apakah artinya menyembah kepada iblis?
Ada satu hukum bahwa “yang disembah” lebih besar dari yang menyembah”. Ketika seseorang menyembah kepada iblis maka orang itu mengakui bahwa iblis lebih besar daripada dirinya dan menyatakan bahwa iblis berkuasa atas hidupnya. Jadi walaupun ia mendapatkan apa yang diinginkannya, namun ia telah memperhambakan diri kepada iblis. Ini berarti bahwa apapun yang ada padanya adalah milik iblis, termasuk segala sesuatu yang telah diberikan iblis kepadanya. Dengan demikian iblis tidak kehilangan apapun, tetapi malah ia mendapatkan lebih banyak lagi. Sebab kini iblis berkuasa mengontrol seluruh hidup orang itu (tubuh, jiwa, roh). Sebaliknya, manusia itulah yang kehilangan kuasa atas dirinya sendiri. Jadi, sebenarnya manusia itu tidak mendapatkan apapun, malahan ia kehilangan segala sesuatu.
Iblis adalah penipu. Ia seolah-olah memberikan apa yang dimiliki, tetapi sebenarnya ia merampas seluruh apa yang ada pada orang itu; iblis merampas hidup, masa depan, keluarganya. Dengan demikian iblis untung dan orang itu menjadi buntung.
Tipu muslihat ini pula yang di berikan kepada Yesus Kristus. Namun Yesus tidak terpikat padanya. Kata Yesus: “Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!” Yesus menolak menyembah kepada iblis sebab Yesus berpegang teguh kepada penyembahan kepada Allah. Karena Yesus menolak untuk mendapatkan kuasa dengan cara iblis maka IA mendapatkan kuasa dengan jalan lain yaitu dari Bapa setelah IA menderita di Salib, mati, bangkit dan naik ke Sorga.
Matius 28:18,
Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Lewat penyembahan dan ketaatanNya kepada Bapa, Yesus memperoleh segala kuasa di surga dan di bumi. Pada saat iblis menawarkan kuasa kepada Yesus apakah termasuk kuasa di Sorga? Tidak. Iblis tidak memiliki kuasa di Sorga, iblis hanya menawarkan kuasa di bumi, kuasa yang dicurinya dari Adam dan Hawa. Tetapi Yesus memiliki kuasa bukan hanya atas bumi, tetapi juga atas Surga. Jadi kuasa Tuhan Yesus jauh lebih besar daripada kuasa yang ada pada iblis.
Jangan pernah sekali-kali membuat perjanjian dengan iblis sebab kalau Anda membuat suatu perjanjian dengan iblis maka akan sulit untuk dapat dilepaskan. Bila Anda pernah melakukan hal demikian, maka bertobatlah dan berdamailah dengan Tuhan, supaya doa Anda tidak terhalang. Bila perlu mintalah seorang hamba Tuhan untuk melayani Anda dalam doa pelepasan dan pertobatan.
(BAIT ALLAH DIUKUR)
SEMANGAT ROH KUDUS
Kedatangan Tuhan Yesus kedua kali sudah semakin dekat. Bencana alam yang terjadi dimana-mana merupakan suara Tuhan supaya manusia bertobat dan mencari Allah. Kita harus mempersiapkan diri sejak sekarang.
Orang yang mempersiapkan dirinya adalah orang yang menghargai waktu. Kita tidak akan siap menyongsong kedatangan Tuhan kedua kali jika kita tidak menghargai waktu. Apa ada gelombang kedua untuk 5 anak dara yang bodoh? Tidak ada gelombang ke-2; sekalipun mereka menggedor-gedor, pintu itu tetap tidak dibukakan. Alkitab tidak pernah berkata bahwa akan ada pengangkatan gelombang kedua bagi yang belum diangkat. Jangan sampai Anda terlambat dalam mempersiapkan diri seperti 5 dara yang bodoh. Tetapi persiapkanlah diri Anda seperti 5 dara bijak yang mempersiapkan dirinya sebelum kedatangan Mempelai.
Perhatikan kemurahan Tuhan dan kekerasan Tuhan. Bagi orang yang berlambat-lambat dalam membereskan dosa-dosanya dan yang mengabaikan Firman Tuhan maka kekerasan Allah-lah yang akan berlaku atas orang tersebut. Kita tidak boleh bermain-main dengan ibadah, sebab kita tahu bahwa Allah ada ditengah-tengah kita. Orang yang bermain-main dengan ibadah adalah orang-orang yang tidak menghargai Allah – orang-orang demikian akan diserahkan kedalam penyiksaan zaman antikris selama 3,5 tahun.
Wahyu 11:1-2
1Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: “Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya. 2Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya.
Kehidupan kekristenan kita akan diukur oleh Allah. Namun kehidupan kekristenan manakah yang akan masuk dalam ukuran Allah. Bukan kuantitas (banyaknya) kegiatan kerohanian yang kita lakukan yang menjadi prioritas di hadapan Tuhan. Matius 7:21-23 telah menyatakan kepada kita bahwa bukan ragam pelayanan yang menjadi prioritas Tuhan tetapi kualitas pelayanan itu-lah yang diukur oleh Tuhan. Kehidupan kekristenan yang diukur adalah kekristenan yang penuh dengan semangat Roh Kudus. Apakah hidup kita masih memiliki semangat/api Roh Kudus? Seseorang bisa saja melayani dan memiliki banyak aktifitas rohani tanpa semangat/api Roh Kudus. Tetapi orang yang selalu memiliki semangat/api Roh Kudus, tidak akan tahan untuk tidak melayani. Segala aktifitas kerohanian (termasuk berdoa) tanpa disertai dengan semangat Roh Kudus adalah kegiatan yang mati/hambar dan tak bernilai dihadapan Allah. Tetapi segala aktifitas yang dilakukan dengan semangat Roh Kudus adalah hal-hal yang menyukakan hati Allah – dan hal-hal itulah yang diperhitungkan Allah (masuk dalam ukuran Bait Allah).
Oleh sebab itu janganlah padamkan Roh (I Tesalonika 5:19)! Kobarkanlah senatiasa semangat Roh Kudus dalam hidup Anda. Tetapi berhati-hatilah, sebab ada pula semangat kedagingan. Bagaimana membedakan semangat kedagingan dan semangat Roh Kudus? Semangat kedagingan selalu haus akan popularitas, kekuasaan dan harta. Sekalipun tampaknya ia sedang melayani di hadapan Allah, namun yang mereka layani adalah ambisi dirinya sendiri dan tidak pernah mau tunduk kepada kedaulatan Tuhan. Namun orang yang melayani dengan semangat Roh Kudus akan menghasilkan buah Roh sebab ambisinya adalah untuk menyatakan kasih kepada Allah dan sesama. Jadi padamkanlah semangat kedagingan dan kobarkanlah semangat Roh Kudus dalam hidup Anda sehingga apapun yang Anda perbuat diperhitungkan Allah sebagai suatu kebaikan.
Roma 12:11
Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.
Seperti api unggun, ketika terbakar apinya begitu tinggi berkobar. Namun lama kelamaan makin turun..turun.. apinya makin kecil dan akhirnya mati. Untuk mengobarkannya kembali, harus ditrambah kayu bakar. Demikian pula Allah menghendaki agar kita terus berusaha untuk mengobarkan semangat Roh Kudus dalam hidup kita. Bagaimana caranya mengobarkan semangat/api Roh Kudus dalam hidup kita? Yaitu dengan :
1. Doa.
2. Selalu haus akan Roh Kudus (penuh Roh Kudus)
3. Saling menguatkan
Namun bagaimana kita dapat saling menguatkan bila ketika kita mendengar keluhan sesama dan kita berkata bahwa: “ah, saya punya masalah yang lebih besar”. Kita tidak akan bisa saling menguatkan bila kita selalu berfikir negatif/pesimis. Itulah sebabnya Alkitab menasehatkan agar kita terus memperkataan Firman Tuhan dan merenungkanNya. Isilah hati dan pikiran Anda dengan Firman Allah sehingga perkataan Anda adalah perkataan yang menguatkan bukan hanya untuk orang lain, tetapi juga untuk diri Anda sendiri.
Di angkatan laut Inggris ada sebuah peraturan, yaitu para senior tidak diperbolehkan untuk mengeluarkan kata-kata yang dapat melemahkan junior. Senior justru diwajibkan untuk memberi motifasi dan kata-kata yang menguatkan juniornya. Demikianlah hendaknya kita juga saling menguatkan; karena dengan mengobarkan semangat orang lain, kitapun dipacu untuk lebih bersemangat.
Dalam sebuah suratnya, Rasul Paulus menasehatkan kepada Timotius agar supaya Timotius mengobarkan karunia-karunia Allah yang ada padanya.
2 Timotius 1:6,
Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu.
Rasul Paulus merasa perlu untuk menuliskan hal ini kepada Tomitius. Rasul Paulus merasa perlu untuk menguatkan Timotius dan memberi memotivasi sehingga ia dapat mengobarkan karunia-karunia Ilahi yang telah diterimanya. Dengan demikian karunia itu dapat berguna bagi tubuh Kristus.
Demikian pula, kita perlu saling menasehati dan saling mendorong untuk mengobarkan karunia-karunia Ilahi yang telah diberikan Tuhan kepada kita. Janganlah karunia-karunia itu didiamkan, tetapi harus selalu dikobarkan supaya apinya dapat memanasi orang lain dan mengimpartasikan semangat Roh Kudus kepada hati yang sudah dingin. Jadi pastikanlah bahwa hidup Anda penuh dengan semagat Roh Kudus dan apapun yang Anda lakukan, lakukanlah dengan semangat Roh Kudus dan bukan dengan semangat kedagingan. Amin

















